Sabtu Malam Dua Desa di Bogor Terrendam Banjir

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hujan yang mengguyur Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor sejak Sabtu 21 Agustus 2021 sore hingga malam membuat dua desa terendam banjir hingga setinggi satu meter. Warga mengharapkan Pemerintah Kabupaten Bogor segera mengirim bantuan.

Pondok Pesantren Salafiyah Daarut Tauhid, Desa Sukasari yang terendam air hingga setinggi 50 sentimeter membuat kegiatan belajar para santri terhambat.

Selain di Desa Sukasari, banjir juga menggenangi puluhan rumah warga di Desa Cipinang, Rumpin Bogor. Banjir itu akibat air Kali Cibunar meluap

Seperti dilansir RRI, warga Rumpin saat ini sangat mengharapkan bantuan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Muhayari, Ketua RW 06 Desa Cipinang mengungkapkan, kejadian bermula saat hujan lebat turun dan mengakibatkan Kali Cibunar meluap ke rumah warga.

Menurutnya, data sementara ada 24 rumah warga, satu masjid dan pondok pesantren yang terendam banjir. Selain itu, sejumlah kebun milik warga.

“Saya berharap agar Pemerintah Kabupaten Bogor, segera dapat membantu dan memperhatikan masyarakat yang terdampak banjir. Dulu daerah ini jarang banjir, tapi sekarang karena aliran air banyak terputus sehingga mengakibatkan kali Cibunar meluap,” ujar Muhayari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini