Rupiah Diramalkan Melemah Terbatas Awal Pekan, Ini Penyebabnya

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) diramalkan masih akan melemah di awal pekan, Senin 30 September 2019.

Direktur PT.Garuda Berjangka memprediksi nilai tukar rupiah akan melemah di kisaran
Rp 14.65 hingga Rp 14.200 per dolar AS.

Sebagai perbandingan nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis pada Jumat lalu di level Rp 14.165 per dolar AS atau naik 0,09 persen.

Ibrahim mengatakan bahwa pelemahan rupiah akan dibayangi oleh sejumlah sentimen eksternal di antaranya sebagai berikut.

Pertama, membaiknya data ekonomi AS terutama Produk Domestik Bruto kuartal II final di 2 persen sesuai dengan ekspektasi pasar.

“Maka dalam pertemuan akhir tahun ini ada harapan Bank Sentral Amerika tidak akan menurunkan suku bunga kembali karena dukungan ekonomi dalam negeri yang relatif stabil walaupun ada guncangan akibat perang dagang,” ujar Ibrahim Jumat lalu.

Kedua, investor atau pelaku pasar juga mencerna penyelidikan impeachment yang diluncurkan ke AS Presiden Donald Trump, yang melakukan ofensif karena investor semakin melihat penyelidikan sebagai hambatan jangka panjang daripada risiko jangka pendek.

Ketiga, di bidang perdagangan AS-China, diplomat top Beijing mengatakan negara itu bersedia membeli lebih banyak barang buatan AS.

Wang Yi, menteri luar negeri China, mengatakan bahwa Washington telah menunjukkan itikad baik dengan mengurangi tarif pada berbagai produk Cina.

Keempat, ketidakpastian baru atas kebijakan Bank Sentral Eropa setelah pengunduran diri Sabine Lautenschlaeger Rabu malam.

Di sisi lain perunding Brexit Uni Eropa mengatakan Inggris belum memberikan proposal “legal dan operasional” untuk kesepakatan keluar dari blok tersebut. Sementara dari internal, pergerakan rupiah akan dipengaruhi oleh efek melambatnya ekonomi global akibat perang dagang dan BREXIT. Maka ADB merevisi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tadinya 5,2 persen menjadi 5,1 persen.

Selain itu, bulan september adalah akhir kuartal III, dimana banyak perusahan baik yang listing di bursa maupun lainnya harus membayar deviden dan membayar hutang jangka pendek. “Maka, wajar kalau kebutuhan dollar kembali tinggi,” kata Ibrahim.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini