Rest in Peace, Alfin Lestaluhu Pilar Timnas U-16 Meninggal Dunia

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Kabar duka datang dari dunia sepak bola nasional. Pilar timnas U-16 Indonesia, Alfin Lestaluhu meninggal dunia pada Kamis 31 Oktober 2019 setelah lama berjuang dari koma. Berita kematian pesepakbola asal Maluku ini diketahui lewat laman Instagram @officialpssi.

“Telah berpulang menghadap Sang Pencipta, Alfin Farhan Lestaluhu. Semoga amal ibadah dan segala kebaikan diterima Tuhan Yang Maha Esa. Terima kasih atas jasa-jasamu untuk Indonesia, Alfin. Rest in peace Alfin Farhan Lestaluhu,” tulis sang admin.

Postingan ini pun mengundang komentar dari warganet. Mereka turut mendoakan kepergian yang salah satu pencetak gol timnas U-16 Indonesia di ajang Kualifikasi Piala Asia U-16 2020 tersebut.

@mhd.hamdany10: “Innalilahi wa innailaihi rojiun selamat jalan Garuda muda Indonesia 😢😢😥,”.

@zuhrotunnisaiyah24: “Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rooji’uun😭,”.

@akiv.mohamed: “Khusnul Khotimah 🙏🙏,”.

Diketahui, Alfin Lestaluhu ikut menjadi salah satu korban gempa Ambon yang terjadi pada Kamis 26 September lalu yang berkekuatan magnitudo 5,6 SR pada pukul 07.39 WIB.

Kabar mengenai Alfin menjadi korban gempa diunggah pertama kali oleh pelatih timnas U-16 Indonesia, Bima Sakti di akun instagramnya.

“Semoga Alfin dan saudara – saudara kami di Maluku selalu diberikan perlindungan, kesabaran, dan kekuatan,” tulis Bima.

Setelah terdampak gempa tersebut, Alfin Lestaluhu justru dirawat ke Rumah Sakit. Namun belum diketahui penyakit apa yang dideritanya.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini