Resmi: Juventus Pecat Maurizio Sarri

Baca Juga

MATA INDONESIA, TURIN – Juventus resmi memecat Maurizio Sarri kurang dari 24 jam usai tersingkir di babak 16 besar Liga Champions. Sarri hanya bertahan satu musim.

Keputusan ini dibuat setelah presiden Andrea Agnelli mengadakan rapat darurat Sabtu 8 Agustus 2020 siang waktu setempat bersama para direktur dan pelatih.

Juventus tersingkir di babak 16 besar Liga Champions meski meraih kemenangan 2-1 lawan Lyon pada leg kedua di Allianz Stadium, Sabtu 8 Agustus 2020 dini hari WIB. Agregat pertandingan 2-2, tapi Bianconeri kalah agresivitas gol tandang.

“Juventus Football Club mengumumkan Maurizio Sarri telah dibebastugaskan dari posisinya sebagai pelatih tim utama,” bunyi pernyataan Juventus, dikutip dari Football Italia, Sabtu 8 Agustus 2020.

“Klub ingin mengucapkan terima kasih kepada pelatih yang sudah menulis sejarah baru di perjalanan Juventus berkat Scudetto kesembilan beruntun, tapi hanya terpaut satu poin dari Inter dan tak menampilkan sepak bola atraktif seperti diinginkan,” lanjut pernyataan Juventus.

Posisi Sarri sudah lama dispekulasikan. Jabatannya mulai goyah ketika Juventus kalah dari Lazio di Piala Super Italia. Kemudian, penampilan Si Nyonya Tua usai Serie A dilanjutkan mengalami penurunan.

Pelatih 61 tahun memimpin Juventus di 51 pertandingan kompetitif dengan mencatatkan 34 kemenangan, delapan imbang, dan sembilan kalah. Sarri sebenarnya masih punya kontrak hingga 2022.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat Dinilai Efektif Wujudkan Pendidikan Bermutu

Oleh : Andhika RachmaPemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui berbagai terobosan kebijakan di sektor pendidikan. Salah satu program yang kini menjadi perhatian publik adalah Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif strategis yang dinilaiefektif dalam menghadirkan pendidikan bermutu sekaligus menjawab tantangan ketimpanganakses pendidikan. Dalam konteks pembangunan nasional, kehadiran Sekolah Rakyat tidakhanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga fondasi jangka panjang dalam menciptakangenerasi unggul yang berdaya saing.Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan bahwasekolah rakyat dibangun untuk masyarakat yang masuk dalam kategori keluarga penerimamanfaat dari golongan miskin ekstrem.Sekolah Rakyat hadir sebagai program afirmatif yang menyasar anak-anak dari keluarga tidakmampu. Program ini memberikan pendidikan secara gratis sepenuhnya, termasuk biayapendidikan, tempat tinggal, hingga kebutuhan dasar siswa yang ditanggung oleh negara. Hal inimenjadi langkah konkret pemerintah dalam memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak lagimenjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’timengatakan Sekolah Rakyat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untukmengembangkan potensi diri. Menurutnya, sekolah ini adalah tempat generasi muda tumbuhdan berkembang menjadi bangsa yang hebat. Program Sekolah Rakyat dirancang bagi anak-anak yang sempat terputus dari layanan pendidikan formal agar kembali memperoleh hakbelajar secara layak dan bermutu.Dalam implementasinya, Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep sekolah berasrama(boarding school), yang memungkinkan pembinaan siswa dilakukan secara menyeluruh, baikdari aspek akademik maupun karakter. Kurikulum yang diterapkan tidak hanya menitikberatkanpada pembelajaran formal, tetapi juga penguatan nilai-nilai kepemimpinan, nasionalisme,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini