Relawan Satu Indonesia Gelar Konsolidasi untuk Dukung Jokowi 3 Periode di Kota Kupang

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUPANG – Komunitas Jokowi Prabowo 3 periode menggelar kegiatan sosialisasi dan konsolidasi dan pembentukan Relawan Satu Indonesia di Kota Kupang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di New Sasando International Hotel pada Senin, 25 Juli 2022.

Ketua Umum Relawan Satu Indonesia Dwi Urip Premono mengatakan bahwa pihaknya datang ke Kupang untuk mendeklarasikan Relawan Satu Indonesia.

“Relawan tersebut merupakan sebuah forum bagi orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap persatuan dan kesejahteraan Indonesia. Intinya seperti itu. Relawan ini diprakarsai oleh suatu organisasi yang bernama Rhema yang merupakan representasi dari Kristiani. Namun kelompok ini tidak eksklusif,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.

Menurutnya, organisasi Rhema ini terhimpun dari setiap orang yang memiliki visi yang sama dengan organisasi ini.

“Visinya adalah ingin NKRI tetap terjaga persatuannya dan terus bergerak maju menuju masyarakat yang adil dan sejahtera, kurang lebih seperti itu,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa Relawan Satu Indonesia ini sudah terbentuk di Sulawesi Utara. “Jadi kemarin sebelum kami datang ke sini, kami ke Sulawesi Utara yang merupakan pintu gerbang kita yang paling Utara. Dan di sana juga ada pergerakan orang-orang zaman dahulu yang memungkinkan negara ini terbentuk. Yaitu pada saat pembentukan piagam Jakarta, pihak dari Sulawesi Utara mengatakan kami akan bergabung dengan NKRI yang berdasarkan Pancasila (yang berketuhanan yang maha esa),” ujarnya.

Sementara untuk wilayah NTT, terutama Kupang menjadi pintu gerbang paling selatan. Di samping itu, masyarakat NTT juga sudah menyatakan secara ekspresif dan luar biasa untuk mewujudkan keinginannya, terutama atas pembangunan yang sudah dilakukan oleh Presiden Jokowi.

“Sampai saat ini perhatian Jokowi terhadap NTT sudah begitu besar. Dukungan masyarakat untuk Jokowi ini kami tangkap sebagai suatu semangat. Maka kami ingin menggaungkan semangat ini agar suara dari NTT bisa juga mendapat perkuatan dari seluruh daerah lain di Indonesia. Sehingga semangat pergerakan yang sudah dilakukan di NTT juga bisa menular ke daerah-daerah lain agar bisa menjadi satu suara utuh untuk mengusulkan ke MPR. Agar mengagendakan amandemen dan Pak Jokowi bisa masuk sebagai calon presiden untuk periode ketiga,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa setelah dari NTT, Relawan Satu Indonesia akan melakukan konsolidasi ke Papua sebagai gerbang paling timur.

“Dan Indonesia timur merupakan basis nasionalis dan umat kristiani juga banyak di Indonesia timur. Tetapi Indonesia barat juga akan kita datangi. Setelah itu akan kita konsolidasi untuk seluruh daerah di Indonesia. Kita harus bergerak cepat karena waktu kita terbatas. Tapi tetap bisa dijalankan agar kita memiliki speed dan semangat yang sama,” ujarnya.

Sementara pengamat politik Muhammad Qodari mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan hari ini adalah untuk menghimpun suara seluruh masyarakat NTT yang mendukung gagasan 3 periode.

“Agar mereka juga bisa datang ke MPR untuk menyampaikan aspirasinya kepada Ketua MPR. Jadi tugas kita saat ini adalah menyiapkan tokoh-tokoh dari NTT untuk bisa datang ke MPR,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya juga menginginkan dukungan dari Sulawesi Utara, Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Bali untuk datang ke MPR.

“Supaya MPR punya dasar argumentasi dan alasan untuk melakukan amandemen,” ujarnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Komite Penyelenggara Referendum Konstitusi NTT Pius Rengka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini