Rata-rata Hanya Lima Kasus Positif Covid-19 Per Hari di Papua

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penyebaran Covid-19 di Papua terolong minim. Kini, rata-rata hanya ada lima kasus positif per hari.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan dan Pengendalian Covid-19 Provinsi Papua Silwanus Sumule, mengatakan sesuai data di akhir Desember 2021, kasus yang terjadi semua rata-rata di bawah lima kasus per hari.

“Selama momen hari raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 juga tidak ada penambahan kasus COVID-19 yang signifikan atau dengan kata lain mampu dikendalikan,” ujarnya.

Dari data tersebut menggambarkan bahwa kerja keras dan kerja cerdas selama ini membuahkan hasil yang menggembirakan.

“Atas nama Gubernur Papua, kami Satgas COVID-19 Papua memberikan apresiasi terhadap semua kerja dari tim Satgas Covid-19 Kabupaten dan Kota,” ucapnya.

Dengan angka kasus Covid-19 di Papua pada awal 2022 yang semakin rendah membuktikan Papua berhasil mengendalikan laju penyebaran virus tersebut.

“Selain itu, hingga kini belum ditemukan kasus Covid-19 varian omicron di wilayah Bumi Cenderawasih, namun, langkah antisipasi varian baru masuk ke Papua perlu menjadi perhatian serius semua pihak,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini