Pemerintah Perluas Akses Pendidikan Berkualitas melalui Sekolah Rakyat

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam memperluas akses pendidikan berkualitas melalui program Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu. Program ini diharapkan mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia, mulai dari kota hingga pelosok desa, sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan nasional.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan agar setiap kota dan kabupaten memiliki minimal satu Sekolah Rakyat, sehingga tidak ada lagi kesenjangan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengungkapkan bahwa arahan tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden yang harus direalisasikan secara bertahap. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan skema pembangunan berkelanjutan guna memastikan program ini dapat menjangkau seluruh daerah.

“Presiden meminta setiap kota dan kabupaten minimal memiliki satu Sekolah Rakyat. Ini adalah perintah yang harus dilaksanakan, tinggal menyesuaikan dengan tahapan pembangunan yang berjalan,” ujarnya.

Saat ini, pembangunan Sekolah Rakyat telah memasuki tahap kedua yang mencakup 104 titik di berbagai wilayah Indonesia. Sekolah-sekolah tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026, menggantikan fasilitas rintisan yang telah digunakan sejak pertengahan 2025.

Pemerintah juga membuka peluang bagi daerah yang belum terakomodasi pada tahap kedua untuk masuk dalam tahap pembangunan berikutnya, dengan catatan kesiapan administrasi dan legalitas lahan telah terpenuhi.

Agus menjelaskan bahwa kesiapan lahan menjadi salah satu faktor penting dalam percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di daerah. Pemerintah daerah diharapkan dapat menyediakan lahan yang telah bersertifikat atas nama pemerintah daerah agar proses pembangunan dapat segera dilakukan.

“Jika suatu daerah belum masuk tahap kedua, masih ada peluang di tahap ketiga, selama persyaratan lahan sudah jelas dan siap dibangun,” katanya.

Program ini juga sejalan dengan target besar pemerintah dalam menekan angka kemiskinan ekstrem. Melalui akses pendidikan yang lebih merata, diharapkan anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup mereka di masa depan. Agus menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan angka kemiskinan nasional dapat ditekan hingga di bawah 2 persen pada tahun 2029.

“Program-program prioritas seperti Sekolah Rakyat harus dimanfaatkan secara optimal oleh daerah untuk mencapai target pengentasan kemiskinan,” tuturnya.

Dengan cakupan yang semakin luas dan dukungan lintas sektor, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan keadilan sosial di bidang pendidikan, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Hadir Cepat Menjawab Gangguan Kelistrikan di Sumatera

Oleh: Diemas Kusuma )*Respons cepat pemerintah dalam menangani gangguan kelistrikan yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera menunjukkan keseriusan negaradalam menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat. Ketikagangguan sistem menyebabkan padamnya aliran listrik di beberapaprovinsi, pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian bersama PT PLN (Persero) segera bergerak untuk memastikan pemulihanberlangsung maksimal. Langkah sigap tersebut menjadi bukti bahwasektor ketenagalistrikan nasional berada dalam pengawasan serius danditangani secara profesional.Gangguan sistem yang terjadi memang sempat menimbulkanketidaknyamanan bagi masyarakat. Aktivitas rumah tangga, layananpublik, hingga roda ekonomi di beberapa daerah terdampak mengalamihambatan. Namun pemerintah tidak membiarkan kondisi tersebutberlangsung berlarut. Koordinasi cepat dilakukan antara KementerianEnergi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Sekretariat Negara, danPLN guna memastikan penanganan berjalan efektif.Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyampaikan bahwa pemerintahmemberikan perhatian serius terhadap gangguan sistem kelistrikantersebut. Menurutnya, pemerintah memahami gangguan ini menimbulkandampak terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayahterdampak. Karena itu, Kementerian ESDM sebagai regulator danpengawas subsektor ketenagalistrikan terus mengawal proses pemulihanagar berlangsung cepat dan terukur.Yuliot juga memastikan bahwa investigasi teknis dilakukan secaramenyeluruh untuk mengetahui akar penyebab gangguan. Langkah inipenting agar pemerintah dapat menyiapkan strategi mitigasi yang tepatsehingga kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Pendekatantersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus padapenyelesaian jangka pendek, melainkan juga pada penguatan sistemsecara berkelanjutan.Pemerintah langsung menerjunkan tim inspektur ketenagalistrikan kelapangan sejak tahap awal terjadinya padam meluas. Tim tersebutdiperkuat secara bertahap untuk melakukan investigasi intensif danmemastikan seluruh proses pemulihan berjalan sesuai standar keamanansistem.Pengawasan dilakukan secara ketat agar pasokan listrik dapat kembaliandal dan aman bagi masyarakat. Pemerintah juga menyiapkan langkahstrategis yang menitikberatkan pada penguatan backbone sistemkelistrikan Sumatera melalui pembangunan pembangkit baru sertapengembangan transmisi berkapasitas besar.Selain penguatan jaringan utama, pemerintah mendorong kesiapaninfrastruktur blackstart agar proses pemulihan dapat berlangsung lebihcepat apabila gangguan besar kembali terjadi. Langkah ini mencerminkanvisi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi di Pulau Sumatera.Di tingkat operasional, PT PLN bergerak cepat mengerahkan seluruhpersonel teknis. Sejak gangguan terdeteksi, petugas langsung melakukanasesmen, pemulihan sistem transmisi dan gardu induk, sertamengaktifkan kembali pembangkit secara bertahap dan terkoordinasi.Indikasi awal menunjukkan gangguan berasal dari sistem transmisi 275 kV jalur Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi yang diduga dipengaruhikondisi cuaca buruk. Gangguan tersebut kemudian memicuketidakstabilan frekuensi dan tegangan sehingga berdampak padasejumlah pembangkit di berbagai wilayah Sumatera.Meski menghadapi tantangan teknis yang kompleks, PLN mampumenunjukkan progres pemulihan yang signifikan. Kerja cepat para petugas di lapangan menjadi bukti kesiapan sistem nasional dalammenghadapi situasi darurat.Di Sumatera Barat, proses pemulihan berjalan cepat. General Manager PLN...
- Advertisement -

Baca berita yang ini