Rasa Gembira Jokowi di Akhir Pekan: Fajar/Rian Juara Indonesia Masters 2022!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengucapkan rasa senangnya di akhir pekan dalam instagram resminya, Minggu 12 Juni 2022.

Ia senang dan gembira karena ganda putra bulutangkis Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto berhasil menjuarai Indonesia Masters 2022. ”Menutup akhir pekan yang indah dengan menyaksikan keberhasilan pasangan ganda putra kita, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, merebut gelar juara Indonesia Masters 2022,” kata Jokowi.

Ia menyebut pasangan Fajar/Rian tampil amat meyakinkan mengalahkan wakil dari Cina. ”Mereka tampil begitu meyakinkan di final sore ini mengalahkan wakil Cina, Liang Wei Keng/Wang Chang,” kata Jokowi.

Dalam akunj instagramnya Jokowi memberi selamat kepada Fajar/Rian. Tak lupa Jokowi menyelamati seluruh anggota tim bulutangkis Indonesia yang ikut di Indonesia Masters 2022.

”Selamat kepada Fajar/Rian. Selamat juga kepada seluruh anggota tim bulutangkis Indonesia yang telah berjuang keras di Indonesia Masters 2022,” kata Jokowi.

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tampil sebagai juara Indonesia Masters 2022. Mereka menang dua game langsung atas Liang Wei Keng/Wang Chang di final.

Dalam pertandingan final di Istora Senayan, Minggu 12 Juni 2022 sore, Fajar/Rian menang 21-10, 21-17 atas Liang/Wang. Ganda putra peringkat delapan dunia itu butuh waktu 36 menit untuk menyelesaikan perlawanan wakil Cina.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kopdes Diperluas hingga Pelosok, Pemerataan Ekonomi Kian Nyata

Oleh: Farhan Akbar )*Membangun Indonesia dari pinggiran kini bukan lagi sekadar slogan. Dengan kehadiran Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah sedangmerancang transformasi besar agar kesejahteraan tidak lagi menumpuk di perkotaan saja. Kebijakan ini hadir untuk memastikan setiap desa memilikimesin penggerak ekonominya sendiri, yang tidak hanya produktif secarabisnis, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan ekonomi bagi generasimendatang.Kehadiran Kopdes Merah Putih menjadi jawaban atas kebutuhan desauntuk memiliki kemandirian ekonomi yang kuat. Selama ini, desa kerapberada pada posisi sebagai konsumen dalam rantai ekonomi nasional. Dengan pendekatan koperasi yang terintegrasi, desa didorong untukbertransformasi menjadi pelaku utama yang aktif dalam menggerakkanroda ekonomi. Pemerintah melihat potensi besar desa sebagai basis produksi sekaligus pasar yang selama ini belum dimaksimalkan secaraoptimal.Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, dalam keterangannya menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih dirancangsebagai instrumen negara dalam mempercepat pemerataan ekonomisekaligus mengatasi kemiskinan. Yandri memandang bahwa perputaran uang yang terjadi di desa melaluikoperasi akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat setempat. Dengan demikian, keuntungan yang dihasilkan tidak mengalir keluar, melainkan kembali memperkuat ekonomi desa itu sendiri.Konsep Kopdes Merah Putih juga selaras dengan arah kebijakanpembangunan nasional yang menempatkan desa sebagai titik awalpertumbuhan ekonomi. Dalam kerangka tersebut, pembangunan tidak lagiberpusat di kota, melainkan bergerak dari pinggiran untuk menciptakankeseimbangan yang lebih merata. Pendekatan ini diyakini mampumemperkecil kesenjangan antarwilayah sekaligus membuka peluangekonomi baru bagi masyarakat desa.Kopdes Merah Putih mengusung model usaha yang modern denganmenyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pupuk, bahanpokok, hingga energi seperti LPG. Namun, orientasi koperasi ini berbedadengan sektor ritel konvensional. Keuntungan yang dihasilkan tidak dimonopoli oleh segelintir pihak, melainkan didistribusikan kembali kepada anggota koperasi yang merupakan masyarakat desa itu sendiri. Model ini memperkuat prinsipkeadilan ekonomi sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalamkegiatan usaha.Yandri juga menyoroti bahwa Kopdes tidak hanya berfungsi sebagai pusatdistribusi, tetapi juga sebagai sarana penyerapan tenaga kerja lokal. Dengan adanya koperasi, masyarakat desa memiliki akses terhadappeluang kerja yang lebih luas tanpa harus meninggalkan daerahnya....
- Advertisement -

Baca berita yang ini