Radikalisme yang ‘Positif’ dalam Kristen

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Radikalisme berasal dari bahasa Latin yaitu “radix,radicis,” yang berarti akar. Maka radikalisme dimengerti sebagai sesuatu yang mengakar. Sementara dalam KBBI, kata radikal berarti secara menyeluruh, habis-habisan serta keras untuk  menuntut perubahan. Artinya, radikal tidak identik dengan konotasi yang negatif.

Namun istilah radikal kian bersanding dengan kekerasan sehingga esensinya kini cenderung menuju arah yang negatif. Sikap radikal yang negaif bisa berujung pada tindakan kekerasan, bahkan bisa berimbas pada terjadinya terorisme.

R.T France dalam bukunya yang berjudul ‘Yesus Sang Radikal’, secara garis besar menjelaskan bahwa terdapat paham radikal yang “positif”. Dalam hal ini ke-radilkal-an Yesus terletak pada kecintaan-Nya kepada Allah yang diuangkapkan melalui pemaknaan baru terhadap Taurat, kesetiannya, pengajaran-Nya mengenai cinta kasih dan upaya-Nya menghadirkan kerajaan Allah.

Pemahaman radikal bagi umat Kristen tergantung dari cara pandangnya. Apabila radikal yang dimaksud berarti upaya untuk mengikut Tuhan, menahan nafsu atau keinginan diri sendiri dan memikul salib mengikuti Dia, berarti radikal yang dimaksud cenderung ke arah yang positif.

Seperti yang dilakukan oleh Gregorius dari Nazianzus ketika menjadi martir. Sebutan ini disematkan bagi orang yang penuh ketaatan meniru cara hidup Kristus.

Itulah sebabnya dalam diri manusia seharusnya ada kerinduan untuk semakin mengenal dan meneladani Kristus dalam kehidupan. Seperti yang tersampaikan pada Filipi 3:10,”Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prabowo dan Agenda Antisipasi Super El Nino demi Melindungi Petani serta Rakyat

Oleh : Ricky RinaldiPerubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi berbagainegara, termasuk Indonesia. Fenomena cuaca ekstrem seperti El Nino berpotensimemicu musim kemarau yang lebih panjang, meningkatkan risiko kekeringan, mengurangi produktivitas pertanian, serta memengaruhi ketersediaan pangannasional. Ancaman tersebut tidak hanya berdampak pada petani sebagai produsenpangan, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan pemerintah dalam mengantisipasi potensi Super El Nino menjadi langkah strategis untuk melindungi petani sekaligus menjagaketahanan pangan nasional.Ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan nasional. Ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan terjangkau menjadi kebutuhan dasaryang harus dijaga di tengah berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim. Pengalaman menghadapi El Nino pada tahun-tahun sebelumnya memberikanpelajaran bahwa antisipasi sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penangananketika dampaknya telah meluas. Karena itu, berbagai langkah mitigasi terusdiperkuat agar sektor pertanian tetap mampu berproduksi meskipun menghadapikondisi cuaca yang tidak menentu.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadikan ketahanan pangansebagai salah satu prioritas utama pemerintahannya. Menghadapi potensi fenomenaSuper El Nino yang diperkirakan dapat memengaruhi musim kemarau di Indonesia, Presiden memanggil jajaran terkait untuk memastikan kesiapan nasional, mulai darikecukupan cadangan pangan, penguatan infrastruktur pertanian, hingga langkah-langkah antisipatif bagi petani. Pemerintah menegaskan bahwa kesiapan tersebutmerupakan bagian dari strategi untuk memastikan masyarakat tetap memperolehakses pangan yang cukup meskipun menghadapi tantangan iklim ekstrem.Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini