PWNU Jatim: Jadikan ‘Multaqo Ulama’ Pencegah Perpecahan Bangsa

Baca Juga

MINEWS.ID, SURABAYA – Untuk menghindarkan perpecahan, Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) Kiai Haji Abdussalam Sohib mendorong Multaqo Ulama dijadikan panduan.

“Rekomendasi itu sangat penting agar bangsa ini tetap damai, khususnya pasca-Pemilu 2019,” katanya di Surabaya, Sabtu 11 Mei 2019.

Dia menilai saat ini terjadi beberapa hal yang bisa memecah belah bangsa seperti ‘people power’ atau memobilisasi massa.

Dia menjelaskan bahwa “multaqo ulama” yang diungkapkan sebelum Ramadhan telah menghasilkan sejumlah rekomendasi yakni menegaskan kembali kesepakatan pendiri bangsa dan alim ulama terkemuka.

Hal itu sejalan dengan Islam di bumi Indonesia adalah NKRI, serta bentuk negara sesuai dengan Islam yang “rahmatan lil’alamin” dan Pancasila adalah dasar negara dan falsafah bangsa.

Multaqo ulama juga mengajak seluruh umat Islam menghindari fitnah dan perpecahan serta saling memaafkan melalui rekonsiliasi.

Rekomendasi lainnya mengajak seluruh umat Islam untuk menghindari dan menangkal aksi provokasi dan kekerasan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Multaqo itu juga mengajak umat Islam senantiasa menaati peraturan dan perundangan berlaku di seluruh wilayah NKRI sebagai pengejawantahan konstruktif dengan penuh rasa hormat kepada pemerintah yang sah.

Umat Islam juga diajak tidak terpancing melakukan aksi inkonstitusional, baik langsung maupun tidak langsung, karena itu bertentangan dengan ajaran Islam.

Kiai Salam, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa rekomendasi tersebut juga bisa disampaikan kepada aparat keamanan dan penegak hukum agar bertindak tegas tanpa ragu dengan segala tindakan yang mengancam konstitusi.

Berita Terbaru

Soal Wacana Hak Angket Bongkar Dugaan Kecurangan Pemilu 2024, Pakar Politik: Itu Tantangan Besar!

Mata Indonesia, Sleman - Usulan terkini untuk DPR mempertimbangkan hak angket guna menyelidiki potensi kecurangan dalam Pemilu 2024 semakin mendapatkan dukungan. Arya Budi, Pakar Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), menyatakan bahwa rencana tersebut memiliki kemungkinan untuk direalisasikan dalam teori.
- Advertisement -

Baca berita yang ini