Putri Gus Dur Ingatkan Dahnil Anzar Soal Sikap Mustofa Nahra yang Sering Repotkan Muhammadiyah

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Putri almarhum Gus Dur Alissa Wahid mengingatkan juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga Dahnil Anzar Simanjuntak bahwa Mustofa Nahrawardaya, tersangka penyebaran hoax, selalu merepotkan Muhammadiyah.

Pernyataan itu menyesalkan cuitan Dahnil atas sikap Sekjen Muhammadiyah Abdul Mu’ti yang menyatakan Mustofa Nahra tidak aktif lagi sebagai pengurus ormas keagamaan tersebut.

“Pernyataan Mas Abdul Muti sy kira sangat tdk bijaksana ,setahu saya mas Mustofa Nahra masih dan aktif sebagai Anggota Majelis Pustaka dan Informasi,dia banyak berkegiatan dan membantu serta mewakili kegiatan2 majelis,” begitu pernyataan Dahnil.

Namun Alissa mengingatkan Dahnil pernah curhat soal Nahra yang sering merepotkan organisasi tersebut.

Saat itu, seingat Alissa, Dahnil juga mengungkapkan Nahra tidak benar-benar aktif di Muhammadiyah.

“Apakah mas @Dahnilanzar tidak ingat bilang ke saya langsung, betapa kalian kerepotan dg ulah Tofa? Bahwa dia sebenarnya tidak benar2 aktif di Muh? Itu 1-2 minggu setelah Ibu Sinta Nuriyah disindir merangkak ke gereja oleh dia. Anda sampaikan di acara antikorupsi Pemuda Muh,” begitu peryataan Alissa, Senin 27 Mei 2019.

Berita Terbaru

Bersama Menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih

Oleh: Yusuf RinaldiPembangunan ekonomi desa merupakan fondasi penting bagi terwujudnyapemerataan kesejahteraan nasional. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkanProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) layakdiapresiasi sebagai upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatanyang berlandaskan gotong royong dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar membentuk koperasi baru, tetapi membangun ekosistemekonomi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tentu, sebagaimanaprogram strategis lainnya, implementasinya perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumenstrategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pilihan tersebut memiliki landasanhistoris yang kuat. Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasimerupakan sokoguru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaandan gotong royong. Karena itu, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak boleh hanyadiukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, melainkan dari kemampuannyameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.Komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih juga tercermin dari langkah Komisi VI DPR...
- Advertisement -

Baca berita yang ini