PSBB Bandung Raya Menyusul Setelah Bodebek

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jawa Barat akan dilakukan bertahap dimulai dari Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) pada 15 April 2020 mendatang, lalu menyusul Bandung Raya yang tengah dipersiapkan.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengusulkan PSBB jilid kedua untuk Bandung Raya, yang mengalami lonjakan penyebaran corona atau Covid-19.

“PSBB Jawa Barat ada tiga tahap, yang kedua adalah Bandung Raya,” ujar Ridwan Kamil, Minggu 12 April 2020.

Gubernur memastikan, pihaknya sudah menyiapkan semua data yang diperlukan untuk PSBB jilid kedua di Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung hingga sebagian Sumedang.

Sementara untuk wilayah Bogor, Depok, Bekasi mendapatkan perhatian khusus terkait pemberian izin PSBB. Karena masuk dalam klaster Jabodetabek sebagai pemegang 70 persen penyebaran Covid-19.

“Bandung tidak bisa dibandingkan dengan Kota Bogor yang masuknya klaster Jabodetabek. Jadi dihitungnya kenapa didahulukan karena masuk klaster 70 persen persebaran Covid-19 itu ada di Jabodetabek,” ujar Gubernur Jabar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Gerai Koperasi Merah Putih sebagai Penghubung Ekonomi Desa

Oleh: Citra Kurnia Khudori)*Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hadir sebagai wajah barupenguatan ekonomi desa yang semakin terorganisir, modern, dan berdaya saing. Inisiatif ini tidak hanya membangun unit usaha, tetapi juga menciptakan ekosistemdistribusi yang lebih efisien dengan memperpendek rantai ekonomi dari produsenlangsung ke konsumen, sehingga nilai tambah dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat desa.Keberadaan gerai koperasi menjadi sarana strategis dalam memperluas aksespasar bagi pelaku usaha lokal. Produk-produk unggulan desa kini memiliki kanaldistribusi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, membuka peluang peningkatanskala usaha sekaligus memperkuat posisi ekonomi masyarakat. Melalui pendekatanini, KDKMP berperan sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.Lebih dari itu, Gerai KDKMP merepresentasikan semangat kemandirian ekonomiberbasis gotong royong. Dengan pengelolaan yang tepat, gerai ini berpotensimenjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.Untuk diketahui, hingga akhir Maret 2026, pembangunan KDKMP menunjukkanprogres signifikan. Puluhan ribu titik kini telah memasuki tahap Pembangunan. Sementara itu, lebih dari 3.000 unit sudah rampung dan siap dimanfaatkanmasyarakat dalam waktu dekat. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, dalamwaktu dekat pemerintah akan mulai mendistribusikan berbagai komoditas untukmengisi unit-unit KDKMP tersebut. Ia berharap KDKMP menjadi pusat distribusipangan dan kebutuhan masyarakat di tingkat desa....
- Advertisement -

Baca berita yang ini