Program Indonesia Mengajar ke Wilayah Terpencil di Papua

Baca Juga

MATA INDONESIA, PAPARE – TNI AD mendukung kegiatan program Indonesia Mengajar dalam mengembangkan dan memaksimalkan potensi pendidikan di wilayah Kabupaten Kepulauan Yapen.

Dandim 1709/Yawa, Letkol Inf Catur Prasetyo mengatakan ini   merupakan program pendidikan yang melibatkan generasi muda terbaik bangsa. Apalagi dikirim ke seluruh wilayah terpencil dalam rangka memberikan pelayanan pendidikan. ”Tujuannya untuk membentuk karakter dasar sebagai pemimpin serta untuk memajukan kualitas pendidikan khususnya yang ada di Kabupaten Kepulauan Yapen,” ujar Letkol Catus, Minggu 13 Februari 2022.

Dandim berharap agar Pemuda Yapen dapat menambah ilmu semaksimal mungkin agar kelak ada pemuda dari Kepulauan Yapen ini dapat memimpin Papua. ”Para Babinsa Kodim 1709/Yawa juga turut andil dalam mencerdaskan generasi muda. Mereka juga menjadi guru bantu di sekolah-sekolah yang minim tenaga pengajar. Tentunya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan di Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Waropen,” ujarnya.

Bupati Kepulauan Yapen Tonny Tesar, S.Sos mengakui di wilayahnya sangat minim tenaga pengajar. ”Semoga program Indonesia Mengajar ini dapat mewujudkan harapan kepada anak-anak kita di usia muda. Terimakasih atas dedikasi para pemuda terbaik bangsa,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini