Profil 10 Alumni HMI di Kabinet Jokowi-Ma’ruf

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Berdiri sejak 1947 membuat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) telah berkontribusi banyak untuk Indonesia. Sebagai organisasi kemahasiswaan tertua, HMI memiliki banyak alumni yang sukses menduduki kursi pemerintahan.

Sepak terjang para alumni HMI masih mewarnai pemerintahan saat ini, termasuk sebagai menteri di Kabinet Indonesia Maju, Jokowi-Ma’ruf. Berikut 10 alumni HMI di Kabinet Jokowi;

1. Mahfud MD
Namanya semakin dikenal ketika Pemerintah Jokowi mempercayainya sebagai Menko Polhukam. Bidang pertahanan bukan ‘barang baru’ bagi Mahfud karena saat Gus Dur menjabat presiden dia bahkan dipercaya sebagai menteri pertahanan. Dia juga pernah didapuk sebagai ketua Mahkamah Konstitusi RI pada periode 2008-2013.

Dia aktif di HMI sejak 1978 di Yogyakarta. Di organisasi itu Mahfud tidak hanya mendapat pengalaman berorganisasi, tetapi jodoh.

2. Airlangga Hartarto
Alumni HMI Yogyakarta itu saat ini menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Itu bukan jabatan menteri pertamanya bersama Jokowi. Sebelumnya, Airlangga dipercaya sebagai Menteri Perindustrian.

3. Muhadjir Effendy
Merupakan Ketua HMI cabang Malang 1980. Saat ini dia dipercaya sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Sebelumnya Muhadjir pernah dipercaya Jokowi sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menggantikan Anies Baswedan yang diberhentikan 2016.

4. Syahrul Yasin Limpo
Syahrul saat ini menjabat Menteri Pertanian. Dia pernah ikut pendidikan kepemimpinan di HMI Makassar. Sebelum dipercaya sebagai menteri, lelaki yang sering dipanggil SYL tersebut terpilih sebagai Gubernur Sulawesi Selatan sejak 2008 hingga 2018.

5. Siti Nurbaya Bakar
Merupakan perempuan asal Jakarta yang saat ini menjabat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia. Sebelum menjadi menteri, ia merupakan mantan sekjen DPD RI.

Dia pernah berkuliah di Universitas Indonesia dan Institut Pertanian Bogor, termasuk mendapat gelar S-3.

6. Suharso Monoarfa
Saat ini Suharso dipercaya sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas. Dia juga pernah menjadi Menteri Perumahan Rakyat pada periode 2009-2011.

7. Sofyan Djalil
Jabatannya saat ini adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang. Jokowi juga mempercayanya menjabat sejumlah menteri seperti Menteri PPN/Kepala Bappenas. Sebelumnya dia juga pernah menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Menteri BUMN Indonesia serta Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia.

8. Zainudin Amali
Alumni HMI yang satu ini ditunjuk Jokowi sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga setelah menjadi anggota DPR RI selama empat periode.

9. Bahlil Lahadalia
Mantan bendahara umum HMI ini merupakan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.ia awalnya dikenal ketika menjadi ketua dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

10. Pramono Anung
Menteri Sekretaris Kabinet tersebut pernah berkuliah di jurusan Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung pada 1982. Karirnya, lebih banyak di DPR sejak 2009 sampai dengan 2014.(Widyo)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini