Presiden Jokowi Tiba di Tanah Air Usai Lakukan Kunjungan ke Tiga Negara

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Presiden Jokowi tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Minggu, (14/01) sekitar pukul 14.00 WIB, usai melakukan kunjungan ke tiga negara ASEAN. Tampak menyambut Presiden di bawah tangga pesawat yakni Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sebelumnya, Presiden beserta rombongan lepas landas dari Bandar Udara Brunei, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, sekitar pukul 12.00 WIB. Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Jakarta yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Gandi Sulistiyanto.

Presiden Jokowi mengawali kunjungannya ke Filipina. Di Filipina, Presiden Jokowi menghadiri sejumlah acara mulai dari acara kenegaraan bersama Presiden Filipina, Ferdinand Romualdez Marcos Jr. hingga menerima kunjungan kehormatan Menteri Transportasi dan Menteri Pertahanan Filipina.

“Alhamdulillah rangkaian kunjungan bilateral yang dilakukan atas undangan Presiden Filipina, Presiden Marcos Jr telah selesai. Dan kemarin acara kenegaraan bersama Yang Mulia Presiden Marcos Jr juga berjalan dengan lancar,” tutur Presiden dalam keterangannya di Hotel Peninsula, Manila, pada Kamis (11/1).

Setelah itu, Presiden Jokowi beserta rombongan melanjutkan kunjungannya ke Vietnam. Di Hanoi, Presiden Jokowi mengikuti sejumlah kegiatan kenegaraan dan melakukan pertemuan dengan para pemimpin Vietnam. Presiden pun mengapresiasi sambutan hangat dari Vietnam selama rangkaian kunjungan kerjanya di sana.

“Saya amat sangat terkesan dengan kehangatan rangkaian kegiatan kunjungan saya di Vietnam dan juga termasuk jamuan makan malam tadi malam oleh Presiden Thuong yang menunjukkan ini eratnya hubungan kedua negara juga masa depan kerja sama ke depan yang sangat menjanjikan,” ujar Presiden saat menghadiri jamuan santap pagi oleh Perdana Menteri (PM) Vietnam Pham Minh Chinh di Hotel Melia, Hanoi, pada Sabtu (13/1).

Presiden Jokowi mengakhiri rangkaian kunjungannya ke tiga negara ASEAN dengan mengunjungi Brunei Darussalam. Di Bandar Seri Begawan, Presiden Jokowi bertemu dengan sejumlah pebisnis Brunei Darussalam serta memenuhi undangan pernikahan putra Sultan Hassanal Bolkiah yaitu Pangeran Abdul Mateen.

(BPMI Setpres)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini