Presiden Jokowi Punya Solusi Atasi Padatnya Kereta Commuter Line

Baca Juga

MINEWS.ID, LAMPUNG – Dua hari lalu Presiden Jokowi naik KRL di jam pulang kerja dan hari ini dia menjadi paham masalah transportasi urban tersebut. Kini dia sudah memiliki solusi untuk masalah itu.

Presiden sepakat dengan usulan warga untuk menambah gerbong atau menambah rangkaian kereta.

Tetapi dia juga menghitung, dengan menambah kereta maka sejumlah persimpangan tidak bisa dibuka.

Alasannya saat ini jarak antar rangkaian kereta sudah 10 menit pada jam sibuk. Jika menambah kereta berarti jarak itu menjadi lima menit sekali. Hal itu akan membuat pintu persimpangan kereta tidak bisa dibuka lama atau ditutup sama sekali.

Jadi presiden menyimpulkan jalan keluar satu-satunya adalah kereta layang atau elevated.

“Itu saja. Memang biayanya besar tapi tidak ada jalan selain itu,” ujar Presiden.

Dengan elevated rail, Presiden menegaskan pengelola transportasi massal itu bisa mengatur jarak antarrangkaian atau headway lebih sering lagi tanpa merugikan pengguna jalan raya.

Jokowi menegaskan kehadiran transportasi massal di DKI Jakarta saat ini sebenarnya sudah terlambat. Itulah alasan segera dibangun light rail transit (LRT) maupun mass rapid transport (MRT).

Berita Terbaru

MBG: Perang Serius Melawan Stunting

Oleh: Bara Winatha*) Upaya meningkatkan kualitas gizi anak menjadi bagian penting dari pembangunan manusiadi Indonesia, dan pendekatan yang semakin komprehensif kini diperkuat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhangizi anak sekolah, tetapi juga dirancang sebagai strategi nasional untuk mendorong lahirnyagenerasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif. Melalui penyediaan makanan bergizi secaraterstruktur di lingkungan sekolah, MBG membantu memastikan anak-anak memperolehasupan nutrisi yang mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kemampuanbelajar yang optimal. Anggota Komisi IX DPR RI, Mariana mengatakan bahwa program MBG...
- Advertisement -

Baca berita yang ini