Prakiraan Cuaca DKI Hari Ini, Awas Hujan di Sejumlah Wilayah

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Warga DKI Jakarta dan sekitarnya, tetap waspada saat beraktivitas di luar rumah atau luar ruangan. Lebih baik sedia payung sebelum hujan, karena cuaca kadang tak menentu dan tak bersahabat.

Untuk hari ini, Kamis 14 Maret 2019, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah akan diguyur hujan dengan angin kencang dan petir, di antaranya Kepulauan Seribu. Masyarakat diminta tetap waspada.

“Hujan disertai angin kencang dan petir dengan durasi singkat di Kepulauan Seribu pada malam dan dini hari,” tulis BMKG dalam laman resminya.

Pagi ini, BMKG memprediksi cuaca di seluruh wilayah Jakarta akan cerah berawan. Namun, memasuki siang hari, Jaksel dan Jaktim akan diguyur hujan.

Berlanjut pada malam hingga dini hari, BMKG memprediksi cuaca di Jakpus, Jakbar, Jaktim, Jaksel, dan Jakut akan berawan.

Adapun suhu di Jakarta pada hari ini diperkirakan berkisar antara 23-32 derajat celcius. Untuk kelembaban udaranya berada pada angka 80-95 persen.

Berita Terbaru

Langkah Koordinatif Ditempuh Untuk Jaga Stabilitas Rupiah

*) Oleh: Dinda ParamitaNilai tukar rupiah selalu menjadi salah satu indikator yang paling sensitif terhadapperubahan kondisi ekonomi global. Ketika ketidakpastian meningkat akibat gejolakgeopolitik, kebijakan moneter negara maju, maupun pergeseran arus modal internasional, tekanan terhadap mata uang negara berkembang hampir tidakterhindarkan. Dalam konteks tersebut, langkah cepat dan terkoordinasi yang dilakukan pemerintah bersama otoritas ekonomi menjadi faktor penting untuk menjagastabilitas dan membangun kepercayaan pasar. Karena itu, berbagai kebijakan yang saat ini ditempuh menunjukkan bahwa Indonesia tidak tinggal diam menghadapitantangan eksternal yang terus berkembang.Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwapemerintah telah mengidentifikasi tekanan utama terhadap rupiah berasal daridinamika aliran modal global. Pelemahan nilai tukar bukan semata-mata dipengaruhifaktor domestik, melainkan juga merupakan konsekuensi dari perubahan perilakuinvestor internasional yang cenderung mencari instrumen yang dianggap lebih amandi tengah ketidakpastian dunia. Oleh sebab itu, kesepakatan koordinatif antarapemerintah, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan untuk meredam capital outflow menjadi langkah tepat. Sinergi antarlembaga menjadi fondasi penting agar respons kebijakan berjalan efektif dan tidak bergerak sendiri-sendiri.Koordinasi tersebut mencerminkan kematangan tata kelola ekonomi nasional dalammenghadapi tekanan pasar. Pengalaman berbagai krisis sebelumnya menunjukkanbahwa stabilitas ekonomi tidak dapat dijaga hanya dengan satu instrumen kebijakan. Dibutuhkan harmonisasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan agar mampu menciptakan efek penguatan yang saling melengkapi. Dalam situasi saat ini, langkah pemerintah memperkuat koordinasi justru mengirimkan sinyal positif bahwapengambil kebijakan memiliki kesamaan pandangan dalam menjaga stabilitasekonomi nasional.Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa arusmasuk dana asing mulai terlihat di pasar domestik. Indikasi tersebut menjadi kabarbaik karena menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih memilikidaya tarik di mata investor...
- Advertisement -

Baca berita yang ini