Polresta Tangerang Siapkan Vaksinasi Booster di Posko Mudik

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Polresta Tangerang akan mendirikan posko pengamanan pelayanan mudik Lebaran 2022. ”Nanti ada layanan vaksinasi booster untuk para pemudik Lebaran 2022,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Tangerang Komisaris Fikry Ardiansyah di Tangerang, Minggu 17 April 2022.

Dari enam posko tersebut nantinya ada tiga posko yang menyediakan layanan vaksinasi penguat di masing-masing jalur mudik di Polresta Tangerang.

”Ada tiga posko layanan vaksin Covid-19, yakni yang pertama di Posko Layanan Mudik Citra Raya. Posko Rest Area KM 43. Dan KM 45, baik itu di jalur A/B atau arah Jakarta maupun Merak,” katanya.

Ia menuturkan penyediaan sentra layanan vaksinasi ditujukan untuk pelayanan para pemudik yang belum sempat mendapat vaksin, baik dosis pertama, kedua maupun ketiga atau booster.

“Dalam pelayanan ini, kita akan mendapat bantuan petugas dari Dinas Kesehatan setempat dan Dokpol Polresta Tangerang,” ujarnya.

Kepolisian akan memberikan pengamanan dan layanan mudik Lebaran 2022 dengan menerjunkan sebanyak 200 personel di beberapa titik yang sudah ditentukan.

“Petugas gabungan dari TNI, Dishub, Satpol PP, dan BPBD sebanyak 277 personel. Jadi total petugas sebanyak 477 personel,” katanya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini