Polisi Blitar Kini Sibuk Cari Kepala Korban Pembunuhan

Baca Juga

MINEWS.ID, BLITAR – Kepolisian Resort Blitar kini sedang berupaya mencari kepala korban pembunuhan tanpa kepala atas nama Budi Hartanto (27), seorang guru tari.

“Kami masih melakukan pencarian terhadap bagian tubuh yang hilang tersebut,” ujar Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Heri Sugiono di Blitar.

Polisi menduga penghilangan kepala oleh pelaku pembunuhan untuk menghilangkan jejak.

Keluarga yang mengetahui Budi Hartanto ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan tersebut sangat terpukul.

Mereka tidak menyangka, Budi tewas dengan cara yang sangat mengenaskan tersebut karena selama hidupnya dia dikenal baik dan ramah kepada siapa pun di lingkungan kerja maupun tetangga.

Setelah menerima jenazah dari rumah sakit usai diotopsi, Keluarga Budi langsung mempercepat pemakaman korban karena tidak melihat kondisinya.

Mereka berharap bisa menemukan kepala korban. Setelah ketemu kepala itu akan langsung dikuburkan bersama jasad tubuh Budi.

Hingga kini polisi juga masih mencari pelaku pembunuhan dan motif si pelaku.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini