Polda: Keamanan Papua 1 Desember Aman dan Normal

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAYAPURA – Situasi keamanan di Papua sepanjang Selasa 1 Desember 2020 berjalan damai dan normal tanpa ada kasus-kasus menonjol.

Menurut, Wakil Kepala Polda Papua, Brigadir Jenderal Polisi Mathius Fakhiri, di Jayapura, Selasa.

Menurut Mathius Fakhiri, kondisi itu tercipta berkat sumbangan dan peran aktif banyak pihak.

Kondisi itu, menurutnya, membuat warga Papua lebih leluasa menyambut datangnya Natal di awal Desember.

Dengan demikian, pengamanan akan difokuskan untuk Pilkada serentak di 11 kabupaten atau kota.

“Pasukan secara bertahap sudah digeser ke daerah yang akan melaksanakan pencoblosan pada 9 Desember mendatang,” kata Mathius Fakhiri.

Wilayah yang melaksanakan Pilkada di Papua yaitu Kabupaten Keerom, Kabupaten Merauke, Kabupaten Boven Digul, Kabupaten Yalimo, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Asmat, Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Waropen, Kabupaten Supiori, dan Kabupaten Nabire.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini