PLT Bupati Bogor: Banjir Bandang di Pamijahan Disebabkan Alih Fungsi Lahan

Baca Juga

MATA INDONESIA, BOGOR-Bencana banjir bandang yang terjadi di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan dan Kecamatan Leuwiliang beberapa waktu lalu menjadi perhatian khusu pemkab Bogor.

“Kalau rutin seperti ini kan pasti ada penyebab lain. Ini seperti di Sukajaya dan Cigudeg, mungkin ini ada alih fungsi lahan yang di atas. Makanya akan kita selidiki penyebabnya apa agar kedepan tidak terjadi lagi bencana seperti ini,” kata Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan.

Ia juga mengaku penyelidikan penyebab bencana banjir bandang dan tanah longsor di Pamijahan itu akan dilakukan dengan menggandeng beberapa instansi yang berkaitan. Seperti BMKG, Badan Informasi Geospasial (BIG) dan beberapa yang lainnya.

“Dengan menggandeng lembaga terkait kita bisa mengetahui pasti penyebabnya apa. Karena kasihan masyarakat pasti tidak tenang,” kata dia.

Meski begitu, Iwan mengaku telah melakukan sejumlah langkah antisipatif dengan mengirimkan bantuan kepada para korban banjir bandang.

“Rumah hancur, kita akan sewakan dulu untuk rumah yang tidak bisa ditempati. Kedepan kita akan bangunkan rumah untuk yang rumahnya hancur kan BTT (biaya tak terduga,red) masih ada dan cukup untuk membantu korban,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini