Pesan Jokowi: Bersihkan Pasar Modal dari Manipulator Saham!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Seperti biasa hari kerja pertama di awal tahun ditandai dengan Presiden Jokowi ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Pesan utamanya, bersihkan pasar modal dari manipulator saham.

Dia meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membersihkan pasar dari transaksi yang abnornal agar pasar modal lebih baik dan maju lagi.

“Jangan ada saham Rp 100 digoreng terus menjadi Rp 1.000, terus jadi Rp 4.000. Ini menyangkut kepercayaan,” kata Jokowi pada pidato pembukaan perdagangan pasar modal, Kamis 2 Januari 2020.

Jokowi menegaskan para pemangku kepentingan harus berani mengambil sikap tegas terhadap praktik tersebut.

Tahun 2020 menurutnya, bisa menjadi momentum bagi OJK dan BEI untuk membersihkan diri dari para manipulator saham ini. Pasalnya, pada 2019, pasar modal Indonesia mendapat pengakuan dari Bloomberg sebagai pasar paling dilihat oleh investor. Hal itu mengalahkan India, China, dan Brasil.

Maka, Jokowi mengingatkan agar para pemangku kebijakan di bidang pasar modal harus menjaga penghargaan tersebut. Sebab, pasar Indonesia dinilai paling baik di antara negara-negara emerging market.

Jika masih banyak manipulator saham, maka kepercayaan itu akan hilang dan penghargaan tersebut bisa diberikan kepada negara lain.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini