Pesan Berantai WA yang Catut Nama Jenderal Gatot Dipastikan Hoax

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo memastikan pesan berantai atau broadcast di WhatsApp (WA) yang mencatut namanya ada hoax alias tidak benar.

Ia pun merasa geram dengan beredarnya pesan tersebut yang disebar oleh orang tak bertanggungjawab.

“Beredar pesan di Whatsapp yang mengatasnamakan saya. Saya tegaskan, informasi ini bukan dari saya! Ini adalah HOAX!” tulis Gatot di akun resmi Instagram-nya @nurmantyo_gatot, Selasa 5 Maret 2019.

Isi pesan berantai itu menyebut beberapa tudingan, seperti Indonesia tak mampu bertahan dalam perang selama tiga hari, sampai tuduhan Indonesia menjual banyak aset karena tak mampu membayar utang ke Cina.

Gatot meminta agar siapapun tidak lagi menyebar berita-berita bohong yang meresahkan masyarakat, terutama dengan mencatut namanya.

“Mohon kiranya untuk berhenti menyebarkan pesan-pesan ujaran kebencian seperti ini,” kata Gatot.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini