Pertama Kali dalam 10 Tahun, Perempatfinal Liga Champions Tanpa Ronaldo

Baca Juga

MATA INDONESIA, TURIN – Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir, tidak ada Cristiano Ronaldo di perempatfinal Liga Champions.

Ronaldo gagal membawa Juventus melangkah ke perempatfinal Liga Champions meski mampu menundukkan Lyon 2-1 pada leg kedua babak 16 besar di Allianz Stadium, Sabtu 8 Agustus 2020 dini hari WIB.

Di laga ini, Ronaldo memborong dua gol kemenangan Juventus sementara gol tunggal Lyon dicetak Memphis Depay. Di leg pertama, Juventus kalah 0-1. Artinya, agregat sama kuat 2-2. Tapi, Bianconeri kalah dalam agresivitas gol tandang.

Menurut Squawka, ini adalah pertama kalinya perempatfinal Liga Champions tanpa kehadiran Ronaldo. Hal ini pernah terjadi di musim 2009/10. Saat itu, Ronaldo yang berseragam Madrid, tersingkir di 16 besar. Uniknya, lawan yang menyingkirkan Madrid adalah Lyon.

Juventus mendatangkan Ronaldo di 2018 dengan harapan bisa menularkan kesuksesannya meraih juara Liga Champions di Madrid. Tapi, di dalam dua musim terakhir, Ronaldo baru mampu memberikan dua Scudetto, gelar yang sudah bisa diraih Juventus tanpa kehadiran pemain asal Portugal itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini