Persib Tak Usung Target Muluk di Piala Menpora 2021

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANDUNG – Persib tak menargetkan juara di Piala Menpora 2021. Skuat Maung Bandung diminta menikmati setiap pertandingan tanpa beban.

Piala Menpora 2021 akan dimulai pada 21 Maret hingga 25 April di empat kota, yakni Bandung, Solo, Sleman, dan Malang.

Pelatih Persib, Robert Rene Alberts mengatakan, target anak asuhnya adlah Liga 1. Untuk Piala Menpora, Robert ingin anak asuhnya tampil tanpa beban dan sama sekali tak tergiur dengan hadiah mencapai 2 miliar Rupiah untuk juara.

“Saya punya pendapat yang sangat berbeda soal hal ini. Kami melihat turnamen ini dari sudut pandang berbeda, yaitu dari segi teknis sepakbola dan masa depan,” ucap Robert, di laman resmi klub, Kamis 4 Maret 2021.

Robert mengatakan, melalui turnamen ini pemain bisa kembali berlatih rutin dan terprogram. Apalagi, persiapan yang hanya tiga pekan sangat berisiko bagi pemain karena sudah satu tahun tak merasakan pertandingan resmi.

“Turnamen ini tidak terlalu penting dan bukan merupakan hal yang perlu dijalani secara serius. Apa yang paling penting adalah para pemain kembali berlatih penuh,” ungkapnya.

Di turnamen nanti, Robert hanya akan memberikan kesempatan bagi pemain menikmati laga sambil memulihakan kebugaran.

“Tugas utama kami di sini adalah untuk memberikan kesempatan kepada pemain menikmati pertandingan, memulihkan kembali kebugaran pemain karena memang mereka butuh hal itu. dan yang juga penting adalah menghindari para pemain dari cedera,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini