Persib Bandung Ditinggal Omid Nazari

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANDUNG – Persib Bandung ditinggal pemain asingnya, Omid Nazari. Pemain asal Filipina memilih menundurkan diri dari skuat Maung Bandung.

Sebelum memutuskan pulang ke Filipina di penghujung 2020, Omid sebenarnya sudah meneken kontrak baru yang habis pada 31 Desember 2021.

Namun, pada pertengahan Februari 2021 lalu, Omid mengirimkan surat pengunduran diri dan meminta pembatalan kontrak tersebut.

“Didasari rasa menghormati akan kepentingan bersama, dengan ini dapat kami umumkan bahwa Persib menerima pengunduran diri dan pamitnya Omid Nazari dari skuad Persib untuk musim 2021,” bunyi pernyataa Persib, di laman resminya, Rabu 24 Februari 2021.

“Setelah berkomunikasi intens dengan pelatih dan manajemen PT Persib Bandung Bermartabat, semua pihak akhirnya memutuskan untuk berpisah baik-baik.”

Persib mendatangkan Omid di paruh kedua Liga 1 musim 2019 untuk mengisi slot pemain Asia. Sebelumnya, Persib sudah ditinggal Fabiano Beltrame, Zulham Zamrun, dan Beni Oktavianto.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini