Peringati Hardiknas, Ini Sejumlah ‘PR’ Pemda Karawang Benahi Pendidikan

Baca Juga

Mata Indonesia, Karawang-Peringatan Hardiknas di Karawang ditandai dengan digelarnya upacara yang bertempat Plaza Pemda Kab. Karawang (2/05/23). Adapun pada Hardiknas kali ini, masih banyak ditemukannya sekolah yang rusak maupun bersengketa di Kabupaten Karawang.

Menanggapi hal tersebut, H.Aep Syaepulloh selaku Wakil Bupati Kabupaten Karawang menyampaikan jika pada tahun ini akan dilanjutkan proses perbaikan sekolah yang mengalami kerusakan. Ia memaparkan jumlah sekolah yang rusak ada sebanyak lebih dari 100 mulai dari tingkat SD sampai dengan SMP.

“Ibu Bupati menginginkan seluruh SD dan SMP menginginkan agar kita perbaiki. SD dan SMP lebih dari 100 yang akan kita perbaiki,” ujarnya

Anggaran yang akan digunakan belum dapat ia sebutkan secara spesifik, hal ini dikarenakan pihak Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga hingga sekarang masih melakukan penghitungan terkait dana tersebut. Ia menegaskan proses pembangunan akan diselesaikan pada tahun 2024. Kemudian untuk sarana dan prasarana akan dibenahi.

“Insyallah kita akan selesaikan di tahun 2024. Kemarin dari dinas pendidikan sedang menghitung jumlah RKB dan jumlah yang akan di rehab termasuk ruang kelas baru. Pasca pandemi banyak juga sekolah yang tidak digunakan, sarana dan prasarananya pun akan kita selesaikan,” tambahnya.

Selain itu ia pun menuturkan jika untuk sekolah yang mengalami permasalahan sengketa tanah saat ini dalam proses penanganan. Kemudian telah melakukan koordinasi pula dengan bagian aset untuk mengetahui jumlah sekolah yang sedang bermasalah. Selanjutnya ia menyampaikan telah menyiapkan seluruh dokumen yang diperlukan.

“Kalau yang bersengketa Kabag hukum sudah mulai berjalan. Kita harus menyiapkan semua dokumen yang diperlukan dan sudah berkoordinasi juga dengan bagian aset. Kemarin ada 1 yang sudah menang dan masih ada beberapa yang masih sedang berproses juga,” tutupnya.

Reporter: Aip Buhori

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Moratorium SPPG dan Komitmen Menjaga Keberlanjutan Program Gizi Nasional

Oleh : Antonius UtomoKeputusan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberlakukan moratorium pembangunan dan pendaftaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) barumemunculkan beragam respons di tengah masyarakat. Sebagian pihak menilai kebijakantersebut sebagai langkah yang berpotensi memperlambat perluasan Program Makan BergiziGratis (MBG), sementara sebagian lainnya melihatnya sebagai upaya strategis untukmemperkuat fondasi program sebelum dilakukan ekspansi lebih lanjut. Di tengah berbagaipandangan tersebut, satu hal yang perlu dipahami adalah bahwa moratorium bukanlahpenghentian program, melainkan bagian dari proses evaluasi guna memastikan keberlanjutandan kualitas layanan gizi nasional.Program MBG merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitassumber daya manusia Indonesia. Sejak diluncurkan, program ini terus mengalami perluasancakupan dengan dukungan ribuan SPPG yang tersebar di berbagai daerah. Bahkan, BGN mencatat pembangunan puluhan ribu SPPG dalam kurun waktu yang relatif singkat sebagaibentuk percepatan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya peserta didik dan kelompok rentan. Di saat yang sama, skala program yang semakin besar menuntut adanyasistem tata kelola yang semakin kuat dan terukur.Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Trenggono menegaskan bahwa moratorium...
- Advertisement -

Baca berita yang ini