Ini Konsekuensi Jika Parpol di Tarakan Mepet Daftar Caleg Pemilu 2024

Baca Juga

Mata Indonesia, Tarakan – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan mengimbau partai-partai politik (parpol) peserta Pemilu 2024 untuk tidak mendaftarkan bakal Calon Anggota Legislatif (Caleg) di hari terakhir pendaftaran, yakni 14 Mei 2023.

Hal tersebut disampaikan M. Taufik Akbar, Komisioner KPU Tarakan Divisi Teknis Penyelenggaraan kepada Mata Indonesia baru-baru ini.

“Kami mengharapkan pendaftaran dan pengumpulan semua berkas sudah terpenuhi sebelum tanggal 14 Mei. Parpol jangan mendaftar mepet dan mengharapkan sebelum tanggal 12 sudah clear. Agar semisal data ada yang kurang lengkap, teman-teman parpol punya waktu untuk melengkapi data,” ucapnya.

Taufik menjelaskan pendaftaran caleg dimulai pada 1 hingga 14 Mei 2023. Yakni dengan jadwal pada tanggal 1-13 Mei 2023, KPU melakukan pelayanan sesuai pada jam kerja dari jam 08.00-16.00 Wita.

“Pelayanan ini terkait memberi bantuan apabila partai politik menemui kendala dalam pengisian SILON. Penting untuk diketahui, pendaftaran pada 14 Mei sebelum 00.00 Wita,” ujarnya.

Untuk pendaftaran, lanjut Taufik, pihaknya menggunakan aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (SILON). “Nanti data akan di upload dan langsung ke pusat. Jadi berbagai persyaratan yang diminta akan di upload melalui SILON,” ucapnya. Taufik mengatakan hingga hari kedua pendaftaran caleg di Kota Tarakan masih nihil.

Diketahui, setelah tahap pendaftaran administrasi selesai, maka akan dilanjutkan ke tahapan verifikasi. Verifikasi administrasi dokumen persyaratan bakal calon dimulai pada 15 Mei hingga 23 Juni 2023. Sementara, pengajuan perbaikan dokumen persyaratan bakal calon dimulai 26 Juni-9 Juli 2023. Dan dilanjutkan verifikasi administrasi perbaikan dokumen persyaratan bakal calon pada 10 Juli hingga 6 Agustus 2023.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini