Peringatan May Day, Jakarta Diserbu 30 Ribu Buruh Bekasi

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Jakarta dipastikan bakalan banjir massa. Pasalnya, 30 ribu buruh dari Bekasi dipastikan akan datang memenuhi ibukota dan berkumpul dengan elemen buruh lainnya dari berbagai daerah di Stadion Utama GBK.

Kedatangan 30 ribu buruh Bekasi ini dipastikan oleh Wakil Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Obon Tabroni. Ia berkata buruh akan berkumpul di Omah Buruh, kawasan industri MM2100.

“Nanti yang pakai mobil dan bus lewat tol. Kalau yang pakai sepeda motor lewat Kalimalang,” ujar Obon di Bekasi, Selasa 30 April 2019.

Sejumlah tuntutan pun sudah disiapkan para buruh. Salah satunya adalah isu lama, yakni penghapusan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, Tenaga Kerja Asing (TKA) Pemagangan dan BPJS Kesehatan.

“Ini bukan kegiatan seremonial, tapi membawa tuntutan ke pemerintah,” kata Obon.

Ia juga menjamin, para buruh akan menjaga kondisi tetap aman dan kondusif. Para buruh juga diminta untuk menjaga keamanan dan tidak terprovokasi.

Berita Terbaru

Mengawal Reformasi dengan Solusi Lebih Penting daripada Narasi Krisis

Oleh: Rian Suryono )*Wacana Reformasi Jilid II yang disampaikan oleh aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah kembali memunculkan perdebatan mengenai kondisi bangsa saat ini. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Namun, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia, mengedepankan solusi konkret jauh lebih penting dibanding membangunnarasi krisis yang berpotensi memperlemah optimisme publik.Tantangan ekonomi nasional memang menjadi perhatian banyak pihak. Perlambatan ekonomi global, ketidakpastian pasar internasional, dan perubahan dinamika geopolitik dunia memberikan tekanan terhadapberbagai negara, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut menuntutpemerintah untuk bekerja lebih keras sekaligus lebih cermat dalammenyusun kebijakan.Pemerintah melalui Istana Kepresidenan menunjukkan sikap terbukaterhadap aspirasi yang berkembang di masyarakat. Respons yang diberikan menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup ruang dialog dan tetap menghargai masukan dari berbagai kelompok, termasukmahasiswa.Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa tuntutanyang disampaikan mahasiswa diterima sebagai masukan yang berhargabagi pemerintah. Namun, ia menjelaskan bahwa persoalan ekonomimemiliki tingkat kompleksitas yang tinggi sehingga tidak dapatdiselesaikan secara instan dalam tenggat waktu tertentu.Penjelasan Prasetyo menunjukkan bahwa pengelolaan ekonomi nasionalmemerlukan proses...
- Advertisement -

Baca berita yang ini