Perhelatan Balap Motor Dunia WSBK Aman dari Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, PRAYA – Perhelatan balap motor kelas dunia World Superbike (WSBK) dan Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) negatif dari kasus baru Covid-19.

Hal itu Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Muzakir Langkir di Praya, Selasa 23 November 2021.

“Protokol kesehatan di ajang WSBK tersebut cukup ketat, semua penonton yang akan masuk harus melakukan swab antigen dan tes PCR,” ujar Muzakir.

Selain itu, semua penonton diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker.

Ia mengatakan, meskipun ada kerumunan yang cukup banyak pada ajang tersebut, namun tidak ada klaster baru kasus covid-19 yang muncul. Artinya kegiatan tersebut telah menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Semua penonton juga harus sudah mendapat dua dosis suntikan vaksin covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Lintas Sektor Mempercepat Listrik Desa

Oleh : Antonius UtomoDi era peradaban modern saat ini, ketersediaan energi listrik telah melampaui fungsinya sebagaisekadar sumber penerangan semata. Khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal(3T), listrik merupakan infrastruktur dasar sekaligus prasyarat utama bagi terwujudnya keadilansosial, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, dan akselerasitransformasi digital. Oleh karena itu, perluasan akses kelistrikan hingga ke pelosok desa bukansekadar program pembangunan biasa, melainkan agenda strategis nasional yang mendesakdiselesaikan demi memastikan tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam aruskemajuan zaman.Capaian pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) patutdiapresiasi secara memadai. Berdasarkan data terbaru, rasio elektrifikasi di Indonesia berhasilmenyentuh angka 99,83 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Meski secara statistik makropencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan yang sangat signifikan, sisa persentase sebesar0,17 persen sama sekali tidak boleh diabaikan. Angka tersebut pada hakikatnyamerepresentasikan masyarakat di wilayah geografis yang penuh tantangan, mulai pegununganterpencil hingga pulau terluar, yang masih menantikan kelistrikan. Hal ini menuntut kehadirannegara secara utuh untuk memastikan pemerataan pembangunan, menembus batas isolasi yang menghambat perbaikan tingkat kesejahteraan mereka.Langkah proaktif untuk menjangkau wilayah-wilayah tersulit tersebut terefleksikan dengansangat jelas dalam penyelenggaraan Alignment Forum Program Listrik Desa pada bulan Juli...
- Advertisement -

Baca berita yang ini