Percepat Transformasi Digital, Pemkot Tangsel Sebar 5.000 Titik Internet Gratis

Baca Juga

TANGERANG SELATAN, Minews – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) resmi mengoperasikan 5.000 titik internet gratis yang tersebar di berbagai ruang publik dan fasilitas ibadah. Langkah strategis ini diambil guna menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin bergantung pada ekosistem digital sekaligus mempersempit kesenjangan akses informasi di wilayah tersebut.

Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tubagus Asep Nurdin, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar penyediaan infrastruktur jaringan, melainkan bagian dari transformasi pelayanan publik yang inklusif. Menurutnya, internet saat ini telah bergeser menjadi kebutuhan dasar masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.

“Kami memahami bahwa internet hari ini sudah menjadi kebutuhan dasar. Dengan 5.000 titik internet gratis ini, kami ingin memastikan setiap warga Tangsel tanpa terkecuali memiliki akses yang sama terhadap informasi, pendidikan, peluang usaha, dan layanan pemerintah,” ujar Asep dalam keterangannya, Rabu (26/2/2026).

Layanan internet gratis ini kini telah menjangkau titik-titik krusial seperti taman warga, balai warga, masjid, gereja, taman kota, hingga lapangan olahraga. Asep menambahkan bahwa kehadiran internet di fasilitas ibadah merupakan simbol bahwa transformasi digital harus berjalan berdampingan dengan nilai-nilai kebersamaan masyarakat.

“Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang menghadirkan kemudahan dan manfaat nyata bagi warga. Kami ingin ruang-ruang publik di Tangsel menjadi ruang yang terkoneksi, produktif, dan memberdayakan. Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang bagaimana pemerintah hadir memudahkan dan memberdayakan warganya,” tambah Asep.

Dari sisi teknis, Diskominfo Tangsel memastikan kualitas koneksi tetap stabil melalui sistem pemantauan terpusat. Langkah ini dilakukan untuk menjamin keamanan akses dan mencegah penyalahgunaan jaringan publik.

Program ekspansi konektivitas ini merupakan pilar dari strategi besar Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Tangerang Selatan. Selain penyediaan Wi-Fi publik, Pemkot Tangsel tengah memacu integrasi layanan melalui Pengembangan pusat data (data center), Optimalisasi command center dan Integrasi aplikasi antar-perangkat daerah.

Kehadiran 5.000 titik internet gratis ini mempertegas posisi Tangerang Selatan sebagai kota yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital. “Pemerintah daerah berharap infrastruktur ini mampu meningkatkan daya saing warga di tengah persaingan global yang semakin terkoneksi,” kata Asep.

Manfaat nyata dari program ini pun dirasakan langsung oleh berbagai lapisan masyarakat. Rina, seorang pelajar SMA berusia 17 tahun di kawasan Pamulang, mengungkapkan bahwa fasilitas ini sangat membantu aktivitas belajarnya. “Sekarang saya sering belajar dan mengerjakan tugas di taman dekat rumah karena ada Wi-Fi gratis. Sangat membantu, apalagi kalau kuota di rumah habis,” tuturnya.

Dampak positif terhadap sektor ekonomi kerakyatan juga disampaikan oleh Ahmad, pelaku UMKM kuliner di kawasan Ciputat yang kini lebih giat melakukan pemasaran digital. “Saya bisa langsung upload produk dan promo ke media sosial tanpa khawatir kuota. Penjualan jadi lebih lancar. Ini sangat membantu kami yang usaha kecil,” kata pria berusia 34 tahun tersebut.

Selain itu, Dedi, warga berusia 45 tahun yang rutin memanfaatkan fasilitas olahraga, menilai keberadaan Wi-Fi publik membuat kawasan terbuka menjadi lebih fungsional. “Sambil istirahat setelah olahraga, kita tetap bisa akses informasi atau kerja ringan. Rasanya Tangsel makin modern,” ujarnya.

Menanggapi berbagai testimoni tersebut, Asep menilai hal itu menjadi bukti bahwa transformasi digital harus menghadirkan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, Diskominfo tidak hanya fokus pada pembangunan jaringan, tetapi juga memastikan kualitas koneksi, stabilitas layanan, serta keamanan akses melalui sistem pemantauan terpusat.

“Pengelolaan jaringan dilakukan secara profesional dengan pemeliharaan berkala dan penguatan sistem keamanan untuk mencegah penyalahgunaan,” tegas Asep.

Program ini merupakan bagian dari strategi besar integrasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kota Tangerang Selatan. Selain menghadirkan konektivitas publik, Diskominfo terus memperkuat infrastruktur pendukung lainnya seperti pengembangan pusat data, pengamanan data, command center, serta integrasi aplikasi antar perangkat daerah. Melalui ketersediaan 5.000 titik internet gratis ini, Pemkot Tangsel mempertegas komitmennya sebagai kota yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing di era digital.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Siasat DPRD Kulon Progo Selamatkan Jaminan Kesehatan Warga Pasca Penonaktifan PBI JK Pusat

Mata Indonesia, Kulon Progo - Penonaktifan ribuan peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) oleh pemerintah pusat memicu kekhawatiran terganggunya akses layanan kesehatan warga di Kulon Progo.
- Advertisement -

Baca berita yang ini