Penyidikan Kasus Korupsi Penyelenggaraan Formula E Berlanjut, KPK Minta Keterangan Eks Sesmenpora

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penyidikan kasus dugaan korupsi pada penyelenggaraan Formula E di Jakarta terus dilakukan dengan meminta keterngan mantan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto, Kamis 16 Juni 2022.

“Diminta untuk memenuhi panggilan dari KPK, karena tiga hari yang lalu baru saja ada surat dari KPK agar saya hadir untuk memberikan klarifikasi,” kata Gatot di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Gatot diminta menjelaskan salah satu surat dalam proses pengelolaan anggaran untuk ajang balap mobil listrik kelas dunia tersebut.

Dalam surat tersebut diungkapkan bahwa saat awal persiapan perencanaan penyelenggaraan Formula E tahun 2019 ada permohonan dari pak Gubernur kepada pak Menpora untuk menerbitkan rekomendasi.

Rekomendasi itu sudah diterbitkan dan diminta hari ini untuk dibawa ke KPK.

Kala itu, pemerintah pusat mempersilakan Pemprov DKI untuk menyelenggarakan Formula E sesuai surat rekomendasi yang dikeluarkan.

Namun, dengan catatan pemerintah pusat tidak mau membantu penganggarannya.

Gatot menegaskan rekomendasi itu hal yang wajar seperti biasanya dilakukan dalam sebuah kegiatan olahraga.

Sebelumnya, KPK menyoroti masa tender Formula E yang lama, sebab, masa tender proyek Formula E melampaui masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kolaborasi Global Diperkuat, Pemerintah Kejar Swasembada Energi

Oleh: Lestari Safiya )*Pemerintah memperkuat kolaborasi global sebagai strategi utama dalammempercepat terwujudnya swasembada energi nasional. Pemerintahmenempatkan kerja sama internasional sebagai instrumen penting untukmenghadapi ketidakpastian pasokan energi dunia sekaligus menjagastabilitas energi domestik.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mendorongpenguatan kolaborasi antarnegara dalam forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business di Tokyo. Bahlil menilai bahwa kerjasama yang saling menguntungkan menjadi fondasi dalam menjagaketahanan energi kawasan Indo-Pasifik di tengah meningkatnya tekanangeopolitik.Forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business dimanfaatkan Indonesia untuk mempertegas peran strategis dalammenjaga keseimbangan pasokan energi global. Forum tersebut menjadiwadah konsolidasi antarnegara dalam merumuskan langkah kolektifmenghadapi tantangan energi yang semakin kompleks.Indonesia menunjukkan kontribusi nyata melalui ekspor energi dalamskala besar ke berbagai negara. Indonesia mengirimkan liquefied natural gas serta memasok batu bara dalam jumlah signifikan, sehingga turutmenopang stabilitas pasokan energi global.Pemerintah memanfaatkan posisi strategis tersebut untuk memperluaskemitraan internasional yang berorientasi pada kepentingan nasional. Pemerintah menilai kekuatan sebagai pemasok energi menjadi modal penting dalam memperkuat daya tawar diplomasi energi Indonesia.Pemerintah tetap menempatkan kepentingan domestik sebagai prioritasutama dalam setiap kerja sama internasional. Pemerintah menyiapkanlangkah antisipatif melalui optimalisasi sumber daya energi dalam negeriapabila kebutuhan nasional tidak dapat sepenuhnya dipenuhi melaluikerja sama global.Pemerintah mendorong pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis crude...
- Advertisement -

Baca berita yang ini