Fordas Cilamaya Tagih Janji Ridwan Kamil Soal Penyelamatan Sungai

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Cilamaya Berbunga Karawang menagih janji Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atas program penyelamatan Sungai Cilamaya yang dinilai tidak berjalan efektif.

Ketua Fordas Cilamaya Berbunga Muslim Hafidz mengatakan sejak dibentuknya Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan (PPK) DAS Cilamaya oleh Gubernur di Bendungan Barugbug, Kecamatan Jatisari, dua tahun lalu, hingga saat ini programnya tidak berjalan efektif.

Dalam pelaksanaan tugas Satgas PPK DAS Cilamaya diakui masih jauh dari janji yang disampaikan oleh Gubernur pada saat mendeklarasikan pembentuannya.

“Kami sangat mengharapkan kinerja Satgas PPK DAS Cilamaya berjalan efektif sesuai janji Gubernur dulu untuk penanganan sungai Cilamaya agar kembali bersih,” katanya.

Pihaknya berharap Gubernur mampu menepati janjinya untuk menangani permasalahan sungai Cilamaya.

“Hadirnya Satgas sungai Cilamaya yang komprehensif menunjukkan kerusakan Sungai Cilamaya yang kompleks dibutuhkan penyelesaian yang extra-ordinary, dan oleh karena itu, Gubernur harus serius menepati janji penyelamatan sungai,” katanya.

Namun, katanya, bila program penyelematan ini masih tidak berjalan efektif pihaknya akan melakukan audiensi dengan DPRD Provinsi Jawa Barat dan melaporkannya ke Ombudsman.

Reporter: Muhammad Rizky Aulia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini