Penyebab Virus Corona di Korsel karena Aliran Sesat?

Baca Juga

MATA INDONESIA, KOREA SELATAN – Gereja di Kota Shincheonji, Daegu Korea Selatan dituduh sebagai tempat mengajarkan aliran sesat yang mengklaim akan membawa 144.000 orang ke surga saat hari penghakiman.

Menurut Channel News Asia, banyak yang mengklaim para pendiri gereja tersebut mengenakan jubah seperti Yesus Kristus.

Untuk mendapatkan slot ke surga peminatnya harus bersaing karena tempat yang terbatas dan mengejar orang insyaf.

Namun, pada sebuah pernyataan video terlihat juru bicara perwakilan dari Kota Shincheonju meminta maaf karena pernyataan tersebut telah menyebabkan kekhawatiran. Pemerintah kota tersebut juga berjanji terus bekerja sama dengan otoritas kesehatan untuk menghentikan situasi itu.

Di sisi lain, juru bicara pemerintah kota tersebut menolak kritik publik yang menyalahkan gerejanya atas lonjakan jumlah kasus infeksi virus yang berasal dari Cina.

“Perlu diketahui bahwa Gereja Shincheonji Yesus dan anggotanya adalah korban terbesar COVID-19,” ujarnya.

Walikota Daegu, Kwon Young Jin mengatakan 85 persen dari 292 kasus corona di kota itu terkait dengan Gereja Shincheonji dan cluster Shincheonji.

Awalnya adalah seorang perempuan anggota jemaat gereja berusia 61 tahun mengalami demam pada 10 Februari 2020. Sebelum didiagnosa COVID-19 wanita tersebut sudah mendatangi 4 layanan kesehatan di Daegu.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (KCDC) Korea Selatan, perempuan tersebut dinyatakan positif corona. Namun dia tetap diizinkan mengikuti kegiatan Gereja Shincheonji.

Korea Selatan juga melaporkan dua orang warganya yang dinyatakan meninggal akibat terinfeksi virus COVID-19. Dilaporkan lebih dari 161 kasus virus corona di Korea selatan pada 24 Februari 2020.

Presiden Moon Jae In mengatakan pemerintahnya akan meningkatkan status kedaruratan ke tingkat kematian tertinggi agar ada respon yang kuat untuk mengatasi wabah itu.(Fitria Nur Rahmawati)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini