Pengiriman Pertama Vaksin Virus Corona Buatan Cina Tiba di Mesir

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Mesir menerima pengiriman pertama vaksin yang dikembangkan oleh Cina National Pharmaceutical Group, Sinopharm, Kamis (10/12) malam waktu setempat. Pejabat Kesehatan Mesir mengatakan, vaksin virus corona akan kembali datang dalam waktu dekat.

Pengiriman vaksin Sinopharm tiba di Bandara Kairo dari Uni Emirates Arab dan telah melakukan uji klinis vaksin fase III. Di Cina, vaksin Sinopharm sudah digunakan pada sekitar 1 juta orang dalam program darurat.

Melansir English al Arabiya, Jumat, 11 Desember 2020, vaksin akan diberikan sebanyak dua dosis dengan jarak 21 hari. Staf medis dan orang-orang dengan penyakit kronis akan menjadi prioritas.

Tidak diketahui berapa banyak dosis vaksin yang dipesan Mesir. Menteri Kesehatan Mesir hanya memastikan akan ada lebih banyak pengiriman di masa mendatang.

Mesir dengan populasi lebih dari 100 juta jiwa merupakan pasar yang besar untuk vaksin. Pada September, Rusia mengumumkan kesepakatan untuk memasok Mesir dengan 25 juta dosis vaksin Sputnik V.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergi Energi dan Teknologi Indonesia–Jepang Perkuat Ketahanan Nasional di Tengah Geopolitik Global

Oleh: Andika Ramadhan*Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggerakkan diplomasi strategis melaluikunjungan resmi ke Jepang guna memperkuat kolaborasi energi dan teknologi sebagaifondasi masa depan Indonesia. Langkah ini tidak hanya dimaknai sebagai penguatanhubungan bilateral, tetapi juga sebagai respons adaptif terhadap dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi serta ketahananenergi dunia.Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap global menunjukkan kecenderungan meningkatnyafragmentasi ekonomi, disrupsi rantai pasok, serta volatilitas harga energi akibat konflikgeopolitik di berbagai kawasan. Dalam konteks tersebut, Indonesia memandang pentinguntuk memperluas kemitraan strategis dengan negara-negara maju yang memiliki kapasitasteknologi tinggi dan stabilitas ekonomi kuat, seperti Jepang.Kunjungan Presiden menghadirkan pertemuan penting dengan Kaisar Jepang, Naruhito, sertajajaran pemerintah Jepang, termasuk Perdana Menteri Sanae Takaichi. Pertemuan tingkattinggi ini menjadi simbol kuat dari kesinambungan hubungan kedua negara yang telahterjalin selama puluhan tahun, sekaligus menjadi momentum untuk memperluas cakupankerja sama yang lebih relevan dengan tantangan global saat ini.Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakanlangkah konkret dalam memperkuat fondasi persahabatan kedua negara. Ia menyebutkanbahwa pembahasan mencakup sektor strategis seperti perdagangan, teknologi, pendidikan, kehutanan, dan lingkungan. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya memperluaspeluang ekonomi, tetapi juga mempercepat transfer pengetahuan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini