Penggemar Kerajaan Inggris Patah Hati Setelah Gagal Melihat Ratu Akibat Salah Jalan

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Seorang wanita yang menghabiskan berjam-jam waktu mengantri untuk melihat ratu berada dalam keputus asaan karena antreannya tertutup hanya beberapa meter di depannya.

Dia melawatkan kesempatan penting setelah mengambil jalan yang salah dalam antrean yang panjang.

Dengan ribuan pelayat melakukan perjalanan ke Westminster Hall, antrian telah melebihi lima mil panjangnya dengan beberapa menunggu untuk memberikan pengormatan selama 24 jam. Tetapi seorang wanita tidak dapat memberikan penghormatannya.

Melansir dari Daily Star ia hanya terlambat beberapa menit setelah antrean ditutup, ia berkata “ kami salah jalan, jadi jika kami tidak salah jalan, kami mungkin akan berhasil tepat waktu. Kami menyeberang jembatan daripada langsung, Itu memalukan.”

Ketika petugas bertanya berapa lama ia menunggu, ia mengatakan bahwa ia membutuhkan waktu sekitar dua jam hingga membuatnya merasa frustasi.

Ia mengatakan bahwa ia tidak bisa datang lebih awal karena pekerjaannya dan komitmen lainnya.

Sekitar 2.000 orang, termasuk kepala negara dan bangsawan dunia berada di Westminster Abbey untuk pemakaman ratu. Proses pemakaman akan mengikuti jalan A daripada M4 untuk memberi sebanyak mungkin anggota masyarakat untuk berbaris di rute dan memberi penghormatan.

Petugas telah memperingatkan masyarakat untuk menghindari beberapa bagian di London, karena perkiraan jutaan orang akan berpergian ke ibukota dalam salah satu operasi transportasi terbesar di Inggris.

Penutupan jalan mulai masuk di A4 dan A30 mulai pukul 6 pagi, dengan penutupan penuh di kedua arah setelah pukul 10 pagi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tak Ada Ruang untuk Teror! Pemerintah Pastikan Yahukimo Kondusif

JAYAPURA-Bupati Yahukimo Didimus Yahuli bersama Dandim 1715 mengunjungi guru-guru kontrak yang menjadi korban kekerasan di Distrik Anggruk, Papua Pegunungan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini