Pengamat: UU Cipta Kerja Dongkrak Pemulihan Ekonomi Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Undang-Undang Cipta Kerja dinilai Direktur CELIOS (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira telah efektif mendorong investasi masuk ke Indonesia sehingga mendukung pertumbuhan dan pemulihan ekonomi triwulan II-2021.

“Sudah bisa mempengaruhi pertumbuhan karena kontributor investasi cukup tinggi ya 30 persen dari total PDB Indonesia,” katanya, Selasa 8 Juni 2021.

Menurutnya, investasi triwulan II-2021 sudah mulai membaik dibandingkan awal terjadinya pandemi covid-19 karena sebelumnya banyak investasi yang tertunda serta penurunan permintaan domestik dan internasional.

Ia menyebutkan indikator perbaikan investasi dapat dilihat melalui Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang pada Mei 2021 berada di level 55,3 dan tingkat kepercayaan konsumen mulai optimis.

“Selain itu juga ada booming harga komoditas. Itu salah satu indikator meningkatnya investasi kuartal II ini lebih baik dari 2020,” ujarnya.

Ia mengatakan UU Cipta Kerja mampu meningkatkan investasi Indonesia, khususnya dari Cina, sedangkan dari negara-negara maju seperti Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat belum terjadi peningkatan signifikan.

Hal itu terjadi karena negara-negara maju memiliki perhatian khusus sebelum mereka berinvestasi yakni mengenai perlindungan hak-hak pekerja dan lingkungan hidup.

Di sisi lain Bhima mengatakan banyak aspek terkait perlindungan hak pekerja dan lingkungan hidup di dalam UU Cipta Kerja yang justru diturunkan standarnya seperti pesangon berkurang dan jam kerja lebih panjang.

“Investor negara maju itu sangat hati-hati sebelum memutuskan berinvestasi mereka memiliki standar perlindungan hak tenaga kerja yang relatif tinggi,” katanya.

Terlebih lagi, arah investasi negara maju adalah berkaitan dengan ekonomi hijau seiring dengan standar Environmental, Social, and Governance (ESG) sedangkan dalam UU Cipta Kerja hal itu dianggap turun.

“Ini merupakan standar evaluasi sebelum masuk ke dalam suatu negara jadi kalau standarnya turun maka mereka mencari negara yang standarnya relatif lebih baik,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini