Pengamat Politik: Airlangga Punya Peluang Jadi Capres di 2024 Asal Golkar Solid

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ketua umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dinilai memiliki peluang untuk menjadi calon presiden di pemilu 2024 mendatang. Pengamat politik sekaligus pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio menilai bahwa peluang Airlangga terbuka jika ada soliditas di tubuh Partai Golkar.

“Bagus kalau Golkarnya kompak sehingga Airlangga punya peluang, ya kita lihat juga kesolidannya Partai Golkar , jadi sebelum melihat tanggapan masyarakat capres dari Golkar itu minimal dapat dukungan 100 persen dulu dari DPP, dari para petinggi,” kata Hendri kepada Mata Indonesia News, Rabu 5 Mei 2021.

Hendri juga menegaskan bahwa dirinya tidak kaget jika Partai Golkar mendukung Airlangga untuk maju menjadi capres di 2024. Ia menilai kondisi ini sudah pernah terjadi sebelumnya.

“Ya, memang Golkar tuh selalu, sebetulnya mengusung capres, kalau panggungnya kosong kan waktu itu ARB kan didorong tuh, ini Airlangga juga, didorong,” kata Hendri.

Saat ini, Partai Golkar percaya diri mengungsung ketua umum mereka, Airlangga Hartarto sebagai calon presiden di 2024. Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa partainya sudah satu suara bakal mengusung Airlangga. Keputusan itu juga telah dikukuhkan pada Musyawarah Nasional Golkar 2019.

“Tidak ada konvensi. Desakan yang meminta Pak Airlangga untuk menjadi capres sudah sangat kuat,” kata Ace.

Ace juga mengatakan bahwa elektabilitas Airlangga mengalami tren positif beberapa waktu terakhir. Ia mengacu pada hasil survey Indikator yang menyebut bahwa elektabilitas Airlangga menembus 1 persen.

Ia mengakui bahwa angka tersebut jauh lebih rendah dari sejumlah nama potensial lainnya. Namun, angka itu dinilai menunjukkan perkembangan. Elektabilitas Airlangga selama ini berkisar di angka nol koma.

“Ternyata cukup diapresiasi publik meski tidak setinggi capres-capres yang lain. Ini tidak bisa dipisahkan dari apresiasi public terhadap penanganan Covid-19 yang dipimpin Pak Airlangga,” kata Ace.

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Anggaran Pendidikan Naik, Bukan Turun: Meluruskan Isu MBG dan APBN 2026

Oleh : Dr. Ahmad Budidarma, S.Kom, MM Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemdikdasmen Belakangan ini, ruang publik diramaikan oleh narasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah “menggerus” anggaran pendidikan. Isu tersebut menyebar luas di media sosialdan sebagian ruang diskusi publik, memunculkan kekhawatiran bahwa komitmen negara terhadap sektor pendidikan tengah mengalami penurunan. Kekhawatiran ini tentu dapatdipahami. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa; setiap perubahan alokasi anggaranselalu sensitif dan mudah memicu respons emosional. Namun, bila kita merujuk pada dokumen resmi pemerintah dalam Rancangan APBN 2026 serta penjelasan yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, fakta yang muncul justru sebaliknya: anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah tetap menjaga amanat konstitusi untuk mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen dari total belanja negara untuk fungsi pendidikan. Artinya, secara normatif dan fiskal, komitmen tersebut tetap terpelihara. Kenaikan ini juga tercermin pada pagu anggaran Kementerian Pendidikan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini