Pengamat: Pemulihan Ekonomi Sudah on The Track

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Upaya penanganan pemulihan ekonomi oleh pemerintah dinilai oleh Pengamat Ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendi Manilet sudah berada di jalur yang tepat mengingat tren pertumbuhan mulai terlihat.

“Setidaknya perbandingan di tahun lalu memang harus diakui bahwa pertumbuhan ekonomi bergerak ke arah yang lebih baik. Jika ukuran on the track-nya itu pemulihan ekonomi, progresnya sesuai apa yang diharapkan oleh pemerintah dan juga kita sebagai masyarakat,” katanya di Jakarta, Rabu 5 Mei 2021.

Yusuf mengatakan berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan pertumbuhan ekonomi antara lain penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat dan membaiknya penanganan covid-19 yang konsisten dilakukan pemerintah.

“Kita tidak boleh lepaskan fakta bantuan pemerintah yang disalurkan mulai dari tahun lalu sampai dengan tahun ini menjadi salah satu faktor yang ikut berdampak terhadap proses pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Ia memastikan tren positif ini akan berlanjut pada triwulan berikutnya terutama karena adanya momen Ramadan dan Lebaran yang bisa menjadi faktor pendorong konsumsi rumah tangga serta pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

“Indeks PMI juga menunjukkan bahwa adanya permintaan atau ekspektasi yang lebih positif terhadap perekonomian kita,” ujarnya.

Namun, meski bisa berada di zona positif, Yusuf memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2021 hanya berada pada kisaran empat persen dan belum bisa menyentuh level tujuh persen sesuai dengan proyeksi pemerintah.

Sebelumnya, BPS mencatat perekonomian Indonesia pada triwulan I-2021 masih tumbuh negatif atau mengalami kontraksi sebesar 0,74 persen (yoy), meski sejumlah tanda-tanda pemulihan ekonomi mulai terlihat.

Tanda-tanda pemulihan ekonomi itu terlihat dari membaiknya Indeks Penjualan Ritel, Indeks Keyakinan Konsumen maupun PMI Manufaktur selama Januari-Maret 2021. Kemudian, sinyal positif pemulihan ekonomi Indonesia juga terlihat dari peningkatan penjualan mobil dan sepeda motor, konsumsi listrik serta produksi semen domestik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bansos Ganda Ramadan dan Penguatan Jaring Pengaman Sosial

Oleh: Novi Anggina Andayani *) Selama Ramadan 2026, Kementerian Sosial Republik Indonesia menegaskankomitmennya memperkuat jaring pengaman sosial melalui kebijakan bansos gandayang terintegrasi dengan agenda pemberdayaan ekonomi desa. Kebijakan ini dirancangbukan hanya untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat prasejahtera selama bulansuci, tetapi juga sebagai langkah strategis membangun fondasi kemandirian ekonomiberbasis komunitas. Negara hadir secara utuh yakni melindungi kelompok rentansekaligus menyiapkan jalan transformasi menuju kesejahteraan yang berkelanjutan. Skema bansos ganda mencakup pencairan Bantuan Pangan Non-Tunai atau Program Sembako sebesar Rp600.000 per Keluarga Penerima Manfaat yang dirapel untuk tigabulan sekaligus pada awal tahun 2026. Penyaluran dilakukan melalui Kartu KeluargaSejahtera yang terhubung dengan bank-bank Himbara seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, serta Bank Syariah Indonesia. Sistem inimemastikan bantuan tersalurkan secara transparan, akuntabel, dan efisien hingga kepelosok daerah, sekaligus memperkuat inklusi keuangan nasional. Selain transfer tunai, pemerintah menyalurkan paket pangan tambahan berupa 20 kilogram beras premium dan 4...
- Advertisement -

Baca berita yang ini