Pengamat : FPI Bubar, Pendukung Radikalisme Tidak Berkutik

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemerintah telah resmi membubarkan Front Pembela Islam (FPI) dan sudah tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Larangan Penggunaan Simbol dan Atribut Serta Penghentian Kegiatan FPI. Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi menilai tindakan itu membuat para pendukung gerakan radikal tidak bisa berkutik.

“Ketika FPI dibubarkan oleh pemerintah yang kebingungan lembaga internasional yang mendukung radikalisme secara diam-diam,” kata Islah kepada Mata Indonesia News, Sabtu 6 Februari 2021.

Ia juga menegaskan bahwa hal ini pelacakan aliran dana yang dilakukan Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) dan investigasi kepolisian berimbas positif karena situasi politik menjadi aman.

“Keamanan kita menjadi nyaman, Pak Jokowi menunjuk Kapolri yang nonmuslim juga menjadi tanpa beban, mengerluarkan Perpres No. 3 dan No. 7 seperti tidak ada hambatan,” kata Islah.

Sementara Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengemukakan bahwa penyidik Polri masih mendalami dugaan unsur pidana di balik transaksi rekening milik FPI. Termasuk dugaan adanya aliran dana ke teroris.

“Itu ada rekening 92 rekening. Seluruhnya sekarang dipelajari oleh Bareskrim Polri terhadap transaksi melibatkan 92 rekening tersebut,” kata Brigjen Rusdi, Minggu 7 Februari 2021.

Rusdi memastikan Polri akan menindak jika memang nantinya ditemukan unsur pidana dalam transaksi 92 rekening FPI tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini