Peneliti Jepang Ciptakan Jaringan Ginjal Manusia Buatan dari Sel Punca Tikus

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUMAMOTO – Satu tim peneliti Jepang berhasil menciptakan jaringan untuk ginjal buatan dari sel punca embrionik tikus yang dikultur.

Tim dari Universitas Kumamoto tersebut sekarang sangat bersemangat meneliti kemungkinan memproduksi ginjal buatan yang bisa ditransplantasi kepada manusia.

Penelitian generasi organoid tersebut telah menjawab pertanyaan para peneliti yang percaya bahwa karya mereka bisa digunakan untuk memajukan penelitian ginjal.

Para peneliti itu sangat yakin karya mereka mengarah pada transplantasi di masa depan.

Semula penelitian yang berkaitan dengan jaringan organ dari berbagai jaringan pendukung dan ikat yang disebut stroma.

News-medical mengungkapkan penelitian itu tidak mendapat tempat di kalangan peneliti bertahun-tahun lalu.

Ternyata setelah tiga bagian digabungkan, struktur yang dihasilkan ternyata seperti ginjal dalam arsitekturnya.

Ginjal adalah organ yang sangat penting untuk kesehatan yang baik karena bekerja sebagai filter untuk mengekstrak limbah dan kelebihan air dalam darah.

Itu adalah organ kompleks yang berkembang dari kombinasi tiga komponen.

Protokol telah dibuat oleh berbagai tim peneliti, termasuk tim Dr. Nishinakamura di Institute of Molecular Embryology and Genetics (IMEG) di Universitas Kumamoto.

Hal itu, untuk menginduksi dua komponen (progenitor nefron dan tunas ureter) dari sel ES tikus.

Dalam penelitian terbaru mereka, tim IMEG telah mengembangkan metode untuk menginduksi komponen ketiga.

Sedangkan komponen terakhir adalah progenitor stroma spesifik ginjal, pada tikus.

Selanjutnya, dengan menggabungkan ketiga komponen ini secara in vitro, para peneliti mampu menghasilkan jaringan 3D seperti ginjal.

Jaringan itu terdiri dari tubulus bercabang luas dan beberapa struktur spesifik ginjal lainnya, seperti dikutip dari Kumamoto University, Rabu 2 Februari 2022.

Para peneliti tidak percaya bahwa ini adalah laporan pertama tentang pembuatan struktur ginjal yang kompleks dari awal di laboratorium.

Tim IMEG menginduksi dua komponen pertama dari sel iPS manusia.

Jika komponen terakhir ini juga dapat dihasilkan dari sel manusia, ginjal manusia yang kompleks juga harus dapat dibuat.

Dr. Nishinakamura menegaskan timnya bekerja sangat keras untuk menghasilkan ginjal manusia yang berfungsi penuh.

Dia berharap dapat menggunakan perkembangan kami untuk menyaring obat-obatan untuk berbagai penyakit, dan untuk transplantasi dalam jangka panjang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Indonesia Tawarkan Upaya Konkret Penanganan Air Dalam WWF ke -10

Rangkaian pertemuan World Water Forum (WWF) ke-10 tahun 2024 di Nusa Dua, Bali menghasilkan diskusi yang konstruktif dalam rangka...
- Advertisement -

Baca berita yang ini