Pendukung Bhayangkara FC Gigit Jari, Titus Bonai Tak Jadi Merapat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Para fans Bhayangkara FC sepertinya harus menelan kekecewaan. Antara pihak klub dan Titus Bonai tak mencapai kesepakatan pasti, sehingga sang pemain tak jadi merapat dan membatalkan kontrak.

Tibo, sapaan akrab Titus Bonai sebelumnya sempat mengunggah sebuah foto di akun medsosnya. Foto itu menunjukkan penandatanganan kontrak antara dirinya dengan Bhayangkara FC.

Namun, belakangan ini, setelah dicek kembali di akun Tibo, foto penandatangan kontrak itu sudah dihapus. Chief Operating Office (COO) Bhayangkara FC, Sumardji, menjelaskan perihal pembatalan kontrak itu. Ia mengklaim Tibo adalah pihak yang menginginkannya.

“Tibo kontraknya kami batalkan, jadi Tibo tidak gabung dengan Bhayangkara FC,” kata Sumardji dalam sambungan telepon, seperti dikutip dari Detikcom, Jumat 7 Februari 2020.

“Tibo yang meminta kontraknya dibatalkan. Makanya kami batalkan,” ujarnya menambahkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini