Home News Pendekatan Lunak Dinilai Bisa Memengaruhi KSP untuk Kembali ke NKRI

Pendekatan Lunak Dinilai Bisa Memengaruhi KSP untuk Kembali ke NKRI

0
155
KST Papua
Ilustrasi kelompok separatis Papua. (dok)

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pendekatan lunak atau soft approach dinilai bisa menjadi solusi bagi negara untuk semakin dekat dengan masyarakat Papua. Pengamat intelijen, Stanislaus Riyanta menilai bahwa upaya pendekatan seperti ini juga bisa mengurangi pengaruh kelompok separatis Papua (KSP) terhadap masyarakat sekaligus mendorong mereka untuk kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pendekatan ke masyarakat dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat dari aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan dan bidang lain sangat perlu, supaya masyarakat merasakan kehadiran negara dan bisa menyadarkan niat KSP di Papua untuk tidak melakukan teror dan segera kembali ke NKRI

Stanislaus juga menekankan bahwa penetapan KSP sebagai teroris tidak selalu mengarah ke penindakan dengan cara operasi militer. Mengingat, penanganan terorisme bisa dilakukan dengan menggunakan dua cara yaitu ‘hard approach’ dan ‘soft approach’.

Namun, jika pendekatan lunak tidak efektif untuk meredam perlawanan yang dilakukan oleh KSP. Maka, sudah sepatutnya aparat keamanan bertindak tegas untuk melindungi masyarakat.

“Pendekatan yang resikonya minimal tentu akan dikedepankan namun jika para pelaku tidak mau diajak kembali ke NKRI dan tetap memilih melakukan aksi bersenjata maka sudah wajar jika aparat keamanan menangani mereka demi keselamatan rakyat,” kata Stanislaus.

Sebelumnya, pemerintah melalui Menko Polhukam Mahfud MD sudah menyatakan secara resmi bahwa kelompok separatis Papua (KSP) dan seluruh organisasi dan orang yang tergabung di dalamnya dan yang mendukung gerakan tersebut, sebagai teroris.

“Pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan masif dikategorikan sebagai teroris,” kata Mahfud.

Penetapan status ini, juag sudah sejalan dengan pernyataan-pernyataan sejumlah tokoh dan organisasi, seperti Badan Intelijen Negara (BIN), Polri, TNI, hingga MPR.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here