Mata Indonesia, Bantul – Pendapatan para pelaku usaha, terutama di bidang pariwisata Bantul merosot. Hal itu diakui sejumlah pemilik restoran dan hotel-hotel yang ada di wilayah setempat
Berkaca pada kondisi tersebut PHRI Bantul meminta kolaborasi dari pemerintah untuk mengadakan acara bertaraf internasional.
Ketu PHRI Bantul, Yohanes Hendra mengatakan bahwa okupansi hotel di Bantul sendiri baru mencapai 30-40 persen pada awal Oktober 2023 lalu.
“Di Bantul sendiri kalau wisatawan mancanegara ada yang menginap, tapi sedikit. Kalau wisatawan domestik mayoritasnya di sini,” jelas Yohanes, Rabu 18 Oktober 2023.
Dengan begitu, untuk menarik minat wisatawan mancanegara, di Bantul perlu digelar event yang sasarannya adalah wisatawan asing.
“Perlu ada kegiatan atraktif atau event yang skalanya internasional,” terang dia.
Sejauh pemantauannya memang kegiatan yang berskala internasional sudah beberapa kali digelar. Meski begitu, lama huni para pengunjung masih rendah.
“Memang tingkat length of stay mereka (turis mancanegara) masih cukup rendah. Karena memang wisatawan mancanegara ini mencari fasilitas yang lebih mewah seperti di Kota Jogja atau Sleman,” ujar dia.
Yohanes mengaku tak berkecil hati dengan hal itu. Ia memilih untuk duduk bersama stakeholder untuk berkoordinasi mencari solusi yang baik.
Termasuk saat ini mencari tempat wisata malam hari yang mampu menggeliatkan wisatawan berlama-lama di Bantul.
“Ini kajian bagi pemda dan pihak terkait bagaimana menghidupkan lagi wisata malam di Bantul. Karena memang sangat minim di sini,” ujar dia.
