Pendampingan pada Mahasiswa Penting untuk Tangkal Radikalisme

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Beberapa mahasiswa harus menghadapi kenyataan untuk jauh dari keluarga inti di rumah. Tuntutan pendidikan mengharuskan mereka menimba ilmu di lokasi yang jauh. Hal ini ternyata menjadi celah bagi ideologi radikalisme untuk merasuki pikiran mahasiswa. Pengamat intelijen dan terorisme Stanislaus Riyanta menilai bahwa fenomena ini perlu menjadi perhatian khusus.

“Perlu penanganan dari berbagai aspek, terutama orang yang berada pada lingkungan yang jauh dari keluarga seperti mahasiswa, mereka menjadi target radikalisasi,” kata Stanislaus kepada Mata Indonesia News, Jumat 26 Maret 2021.

Fenomena radikalisasi pada mahasiswa memang sudah menjadi perhatian khusus sejak lama. Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius menegaskan bahwa lingkungan akademis tidak sepenuhnya aman dari radikalisasi.

“Radikalisasi tidak menutup kemungkinan untuk menyasar ke lingkungan kampus, mahasiswa dan seluruh unsur perguruan tinggi menjadi sasaran radikalisme,” kata Suhardi.

Peneliti dari UIN Jakarta, Khamami Zada juga pernah mengemukakan bahwa kelompok radikal memang marak melakukan penetrasi ideologi ke sektor pendidikan salah satunya kampus. Lembaga ini dinilai menjadi tempat dimulainya pembangunan karakter dan sarana kaderisasi.

Maka diperlukan sebuah konsep yang secara sistem mampu melawan radikalisme. Pada intinya, kampus dan mahasiswa harus menjadi benteng yang bisa menangkal ideologi radikal dan terorisme.

Beberapa upaya juga sudah dilakukan oleh pemerintah melalui BNPT yaitu dengan membuka ruang dialog yang melibatkan mahasiswa dalam rangka menangkal dan mendeteksi dini infiltrasi radikalisme di sektor pendidikan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Survei Kepuasan Tunjukkan Optimisme Masyarakat terhadap Program Pemerintah

Oleh: Surya Putranama )*Hasil Survei Nasional Evaluasi Kinerja Pemerintah dan Isu Aktual Strategis yang dirilis Poltracking Indonesia menunjukkan tingkatoptimisme masyarakat yang tetap tinggi terhadap berbagai program dankebijakan pemerintah. Tingginya tingkat kepercayaan dan kepuasan publik menjadi indikatorbahwa masyarakat melihat berbagai langkah yang dijalankan pemerintahsebagai upaya nyata dalam menjawab kebutuhan rakyat sekaligusmemperkuat fondasi pembangunan nasional.Survei tersebut mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai 74,2 persen. Sementara itu, tingkatkepuasan terhadap kinerja pemerintahan berada pada angka 72,2 persen. Angka tersebut menunjukkan mayoritas masyarakat masih memberikanpenilaian positif terhadap arah kebijakan yang dijalankan pemerintah.Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, menjelaskanbahwa tingkat kepercayaan publik merupakan gabungan dari kelompokmasyarakat yang menyatakan sangat percaya dan cukup percayaterhadap pemerintahan. Menurutnya, tingkat kepercayaan yang berada di atas 70 persen menunjukkan legitimasi publik yang kuat terhadapkepemimpinan nasional saat ini.Tingginya tingkat kepuasan masyarakat tidak muncul tanpa alasan. Surveimemperlihatkan bahwa berbagai program yang langsung menyentuhkebutuhan masyarakat menjadi faktor utama yang membentuk persepsipositif terhadap pemerintah. Bantuan pemerintah yang dinilai tepatsasaran menjadi alasan terbesar yang mendorong kepuasan publik. Selain itu, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kepemimpinan yang dinilai tegas serta berwibawa juga menjadi faktor penting yang memperkuat kepercayaan masyarakat.Kepercayaan publik juga tercermin dari penilaian terhadap berbagaisektor pembangunan. Bidang kesehatan menjadi sektor dengan tingkatkepuasan tertinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa berbagai upayapemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan danmeningkatkan kualitas pelayanan memperoleh respons positif darimasyarakat.Selain kesehatan, sektor pertahanan dan keamanan juga mendapatkantingkat kepuasan yang tinggi. Penilaian tersebut menunjukkan bahwamasyarakat merasakan pentingnya stabilitas nasional sebagai fondasipembangunan. Situasi keamanan yang terjaga memberikan ruang bagiaktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial untuk berkembang secara lebihoptimal.Sektor pendidikan turut memperoleh tingkat kepuasan yang kuat. Hal inimenunjukkan bahwa berbagai program pemerintah dalam memperluasakses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia mulaidirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pendidikan menjadi salah satuinvestasi jangka panjang yang sangat menentukan daya saing bangsapada masa depan.Hal yang sama terlihat pada kelompok usia. Mulai dari Generasi Z, Milenial, Generasi X, Baby Boomers hingga Silent Generation menunjukkan tingkat kepuasan yang relatif merata. Kondisi tersebutmemperlihatkan bahwa kebijakan pemerintah mampu menjawabkebutuhan lintas generasi dan memperoleh penerimaan dari berbagaikelompok masyarakat.Salah satu program yang paling menonjol dalam survei adalah Program Makan Bergizi Gratis. Program ini tercatat sebagai program pemerintahyang paling banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain itu, MBG juga menjadi program yang paling dikenal publik dengan tingkatpengenalan yang sangat tinggi.Tingkat pengenalan yang luas tersebut menunjukkan bahwa program iniberhasil menjadi salah satu kebijakan prioritas yang mendapatkanperhatian masyarakat. Lebih dari sekadar dikenal,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini