Pemulangan Jenazah Ibu Ani Dipercepat

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Pesawat transport berat C-130 Hercules nomor registrasi A-1314 dari Skuadron Udara VIP 17 lepas landas dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, pukul 14.46 WIB untuk menjemput jenazah Ibu Ani Yudhoyono. Keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan mempercepat pemulangan jenazah.

“Rencananya memang besok, tapi diputuskan malam ini juga,” kata Duta Besar RI untuk Singapura I Gusti Ngurah Swajaya di Singapura, Sabtu 1 Juni 2019.

Pesawat Hercules itu diperkirakan tiba di pangkalan AU Singapura Payalebar sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

Pesawat dengan kode A-1314 hanya memiliki 40 tempat duduk. Saat menjemput almarhumah Ani Yudhoyono, pesawat itu dipimpin langsung Komandan Skuadron Udara 17 VIP, Letnan Kolonel Penerbang Puguh Yulianto,

Setelah pesawat tiba di Payalebar, jenazah akan diberangkatkan dari KBRI pada pukul 19.00 waktu Singapura dan bertolak ke Jakarta pukul 20.00 waktu setempat.

Sebelum diterbangkan ke Jakarta, jenazah sudah dishalatkan di KBRI Singapura dengan diimami Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, M Nuh.

Setelah itu jenazah akan dibawa ke Lobi Riptaloka untuk disemayamkan yang terbuka untuk umum.

Besok, Minggu 2 Juni 2019, rencananya Ibu Ani akan dimakamkan di TMP Kalibata.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini