Pemprov DKI Pelit, di Riau Tenaga Medis Dapat Rp 2 juta per Hari

Baca Juga

MATA INDONESIA, PEKANBARU – Tidak sepelit Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Pemprov Riau memberikan insentif senilai Rp 2 juta per hari kepada setiap tenaga medis yang menangani pasien Covid19 akibat virus corona.

“Jika seorang tenaga medis bekerja sebulan penuh menangani pasien di rumah sakit rujukan yang ditentukan pemerintah, maka bisa membawa pulang tunjangan Rp 60 juta di luar gaji,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Yan Praya Jaya di Pekanbaru, Rabu 8 April 2020.

Tunjangan tersebut diberikan Pemprov Riau karena risiko tertular Covid19 kepada tenaga medis sangat besar. Di Indonesia sudah ratusan meninggal akibat terinfeksi virus mematikan itu.

Selain memberikan tunjangan, Pemprov Riau juga menginapkan tenaga medis di Hotel Aryaduta Pekanbaru. Pemprov Riau menyediakan 100 kamar di hotel tersebut.

Pemprov Riau menetapkan 44 rumah sakit di seluruh kabupaten dan kota sebagai rujukan untuk penanganan wabah COVID-19. Hingga kini belum ada laporan tenaga medis di Riau yang terinfeksi Virus Corona.

Jumlah itu jauh lebih tinggi dari insentif yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada tenaga medis untuk pasien corona.

Gubernur Anies Baswedan mengungkapkan hal itu merupakan amanat Peraturan Menteri Keuangan
nomor 78/PMK.02/2019 tentang Biaya Standar Masukan Tahun 2020, dan sejalan dengan Pergub Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Biaya.

“Angka Rp 215.000 per orang/hari adalah angka tertinggi yang boleh diberikan. Dan kami memberikan dalam angka yang tertinggi sebagai wujud penghormatan kami kepada tim medis dan semua pribadi-pribadi yang terlibat di dalam penanganan Covid19 di Jakarta,” ujar Gubernur Anies.

Angka itu bahkan lebih kecil dari insentif dari pemerintah pusat dengan nilai paling rendah Rp 5 juta per bulan dan paling tinggi Rp 15 juta. Padahal APBD Riau 2020 hanya Rp 12,3 triliun, sedangkan APBD DKI Jakarta 2020 Rp 87,95 Triliun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini