Pemkot Jayapura Berencana Tutup Batas Kota untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAYAPURA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura berencana untuk menutup batas kota dengan dua kabupaten untuk mencegah penyebaran covid-19. Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano pun telah menghubungi Pemprov Papua untuk meminta persetujuan.

“Saya sudah menyurati ke Pemprov Papua dan mengusulkan penutupan batas kota guna menekan penyebaran Covid-19 yang saat ini meningkat di Kota Jayapura, ” katanya, Jumat 9 Juli 2021.

Ia juga mengusulkan agar operasional di bandara dan pelabuhan juga ditutup. Selain menekan menekan penyebaran virus, tujuan penutupan tersebut agar gelaran PON Papua bisa berjalan sukses.

“Namun hingga kini permintaan Pemkot Jayapura belum direspons dari Pemprov Papua sehingga kemungkinan akan diberlakukan penutupan sementara di batas kota,” ujarnya.

Benur mengungkapkan bahwa selain akan menutup batas kota, ia juga meminta RT/RW kembali aktif melakukan pembatasan aktivitas masyarakat disekitar lingkungannya.

Saat ini Pemkot Jayapura tengah melakukan pembatasan aktivitas ekonomi dan masyarakat hingga pukul 20.00 WIT. Mereka juga bersama TNI-Polri melakukan gebyar vaksin sehingga makin banyak warga kota yang divaksin Covid-19.

“Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 juga akan melakukan patroli dan penindakan terhadap masyarakat yang bandel,” katanya.

Saat ini, tercatat 468 orang dirawat akibat positif Covid-19 termasuk 166 orang di antaranya menjalani karantina terpusat di LPMP Kotaraja serta 172 orang meninggal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini