Pemerintah Tetap Fokus Majukan Pembangunan dan Pemberdayaan SDM di Papua

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemerintah Indonesia tetap fokus melanjutkan pembangunan dan pemberdayaan Sumner Daya Manusia (SDM) di Tanah Papua. Hal ini disampaikan oleh Deputi PEPP Bappenas Taufik Hanafi.

Menurut Taufik, pembangunan di Papua akan berfokus pada lima bidang strategis. Pertama, pembangunan sumber daya manusia. Kedua, pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

Ketiga, pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas. Keempat, pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Dan yang Kelima, penguatan tata kelola pemerintahan.

“Kelima fokus itu akan dibahas lebih rinci dalam Rencana Induk Pembangunan Papua 2022-2041,” ujarnya, dikutip Jumat 10 Desember 2021.

Lebih lanjut, Taufik mengatakan bahwa Rencana Induk tersebut akan menjadi momentum pembangunan Papua yang lebih maju, adil dan sejahtera.

Pembangunan tersebut akan dilakukan dengan melibatkan sebanyak mungkin pemangku kepentingan, baik di pusat maupun daerah.

“Diharapkan agar program ini dapat dilakukan dengan lancar agar kesenjangan pembangunan di Papua bisa segera diakselerasi agar tak tertinggal dengan wilayah Indonesia lainnya,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini