Pemerintah Pastikan Kesehatan Sebelum Pulang, Tapi Diabaikan Sejumlah Haji

Baca Juga

MATA INDONESIA, MADINAH – Kesehatan jemaah haji Indonesia benar-benar harus dipastikan sebelum pulang ke Tanah Air.

Maka, Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah mulai menggelar medical check up (MCU) kepada jamaah haji gelombang dua di lima kelompok terbang (kloter).

Lima kloter jemaah haji tersebut adalah JKG24, MES08, BTJ05, SOC22, dan UPG03.

Namun sayang tidak semua haji mau memeriksakan kesehatannya karena seharusnya hadir 25 haji, namun pada pemeriksaan Sabtu 23 Juli 2022 hanya 17 orang yang hadir.

“MCU ini akan dilakukan kepada 126 kloter jamaah haji gelombang kedua selama 21 hari ke depan,” kata Koordinator MCU KKHI Madinah Muhaimin Munizu, saat memberikan laporan penyelenggaraan MCU di KKHI Madinah yang dikutip Minggu 24 Juli 2022.

Muhaimin mengatakan, MCU ini akan dilakukan kepada 126 kloter jamaah haji gelombang kedua selama 21 hari kedepan.

Setiap harinya akan dijadwalkan 5-6 kloter dengan masing-masing 5-6 haji per kloter.

Sabtu, 23 Juli 2022 adalah hari pertama MCU diberlakukan.

Muhaimin menuturkan, pemeriksaan MCU meliputi anamnesis, pemeriksaan fisis, tanda vital, gula darah, rekaman jantung, USG jantung, konsultasi spesialis, farmasi dan edukasi.

Disediakan 10 dokter dan dua perawat untuk melakukan MCU tersebut.

Petugas yang melakukan MCU dibagi menjadi tiga tim kerja, yaitu tim A, B dan C.

Setiap tim terdapat perawat, dokter umum, dan dokter spesialis.

Khusus dokter spesialis terdiri dari spesialis jiwa, penyakit dalam, paru, rehabilitasi medik, bedah, dan jantung pembuluh darah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini